tut … tut… tut…

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

…. batalnya sejumlah investor menanamkan investasinya membangun kereta api, karena topografi di Kaltim tidak mendukung. … investor Korea Selatan ingin membangun jaringan rel kereta api yang diperkirakan panjangnya 1.023 km di bumi Kalimantan, dan prioritas Kaltim. Biayanya tak kurang dari Rp 5 triliun….[KaltimPost]

kereta api, bagai mimipi yang bertahun ingin diwujudkan dari sebuah propinsi yang (katanya) kaya. untuk angkutan batubara, biar lebih murah (katanya). tidak akan merusak ekosistem (katanya). investasi kembali diangkat sebagai sebuah titik tolak.

seorang walikota pernah bertanya, “apakah ketika sebuah wilayah memperketat aturan lingkungan hidupnya, investor akan kabur?“. dijawab singkat oleh seorang mantan menteri lingkungan hidup, “tidak, lihatlah jawa timur, pertumbuhan investasinya tinggi, peraturan lingkungan hidupnya ketat“. tapi bagaimana mungkin bisa melihat jawa timur, yang saat ini sebuah wilayahnya masih terendam lumpur panas berkelanjutan?

investasi, kereta api, ekologi, sosio-kultur. sebuah pertarungan kepentingan. siapakah yang akan memenangkan pertarungan? tak perlu diramalkan, investasi masih akan dimenangkan oleh pelayan publik (pemerintah), karena keberpihakan pemerintah masih hanya kepada pemodal, tidak kepada (kesejahteraan) rakyat.

tak penting tut… tut… tut… !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>