un-profesionalism

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“saya ini hanya pekerja yang menjalankan perintah atasan”, ujar seorang yang merupakan staff komunikasi dari sebuah lembaga kerjasama internasional di Kaltim.

Menjadi pekerja menjadi sebuah pilihan. Label Lembaga non Pemerintah (NGO) dipahami sebagai sebuah perusahaan bernilai sosial. Salary dollar atau euro. Pohon hijau terpampang besar. Miskin kreatifitas. Tak punya kompetensi. Nepotisme. Membuahkan un-profesionalism. Menanti suapan direktur yang tak pernah hadir di kantor. Sang kodok yang merasa seperti kerbau.

tak penting un-profesionalism !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>