un-profesionalism
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“saya ini hanya pekerja yang menjalankan perintah atasan”, ujar seorang yang merupakan staff komunikasi dari sebuah lembaga kerjasama internasional di Kaltim.
Menjadi pekerja menjadi sebuah pilihan. Label Lembaga non Pemerintah (NGO) dipahami sebagai sebuah perusahaan bernilai sosial. Salary dollar atau euro. Pohon hijau terpampang besar. Miskin kreatifitas. Tak punya kompetensi. Nepotisme. Membuahkan un-profesionalism. Menanti suapan direktur yang tak pernah hadir di kantor. Sang kodok yang merasa seperti kerbau.
tak penting un-profesionalism !








Wadah bamamay