keterpurukan negeri: kapan bangkitnya?

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

pendekatan wisata berbasis alam, sepertinya menjadi sebuah pilihan untuk meraih keping emas dari sebuah kawasan yang dilindungi. bila tidak itu, maka pemerintah berkecenderungan berharap memperoleh dana dari penjualan karbon. tak pernah terpikirkan untuk tidak berharap memperoleh keping emas.

telah begitu banyak kekayaan negeri ini yang di”jual” kepada pihak asing, ternyata masih belum juga mampu memuaskan dahaga pelayan publik dalam menghirup aroma keping emas. bahkan, bisa jadi ketika ada pinjaman berbunga lunak untuk program adaptasi perubahan iklim diluncurkan, pelayan publik akan berlomba untuk meraupnya, tanpa pernah berpikir nasib generasi negeri ini kemudia.

dalam berbagai perbincangan di pinggir jalan, sering kali diungkap tentang begitu banyaknya hasil bumi negeri ini yang tak termanfaatkan. perlindungan terhadap pertanian dan perkebunan rakyat yang tak pernah dilakukan. hingga fasilitasi pelayan publik terhadap pemasaran produk rakyat yang sangat minim dukungan.

sangat berbeda perlakuan yang diberikan kepada kelompok pemodal. mulai dari pengampunan utang pada perbankan, hingga pada berbagai kemudahan dalam menjalankan bisnis, dan bahkan fasilitasi sarana dan prasarana agar kelompok pemodal dapat melakukan bisnisnya dengan lancar. dan pada beberapa sisi, pelayan publik juga memberikan fasilitas perlindungan keamanan yang berlebihan.

negeri ini semakin terpuruk saja dan semakin sulit untuk bangkit. sangat dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki perspektif kelokalan dengan posisi tawar yang kuat di internasional. sudah saatnya negeri ini bangkit kembali, setelah seratus tahun lalu mendeklarasikan kebangkitan nasionalnya. tidak perlu takut untuk ancaman embargo ataupun agresi militer dari pihak asing, karena negeri ini adalah negara berdaulat. saatnya bangkit dan melawan!

tak penting keterpurukan negeri !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>