Kekhawatiran Orangtua
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Dalam sebuah kegiatan kemah lingkungan yang dilaksanakan oleh Jaringan Pendidikan Lingkungan Hidup Kaltim, muncul begitu banyak kekhawatiran di diri orangtua siswa. Khawatir anak sakit, tidak terjamin keselamatan dan lainnya. Hingga akhirnya, kekhawatiran menjadikan para orangtua ikut berkemah bersama.
Kekhawatiran yang mungkin benar ini ternyata membentuk karakter tertentu bagi anak. Rasa perlindungan yang berlebihan menjadikan anak berada dalam sebuah lingkaran tertutup, miskin kreasi dan memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap lingkungan sekitar.
Mungkin rasa kekhawatiran yang sama ini pulalah yang dimiliki oleh negeri ini, sehingga kemudian pejabat negara memilih tetap tergantung pada negara asing, terutama Amerika Serikat, beserta lembaga keuangan internasional bentukannya, sehingga kemudian jiwa kreasi bangsa menjadi semakin terkerangkeng, yang pada akhirnya menyebabkan kemiskinan struktural.
Berbeda dengan beberapa orangtua yang memberikan kebebasan kreasi pada anak. Semangat pada anak tumbuh dan berkembang seiring dengan daya kritis dan kreatifitas anak. Bertanya, mendiskusikan dan berpendapat, menjadi sebuah ruang yang diisi oleh kelompok anak ini. Kegagapan pun dialami para pendamping kelompok, yang terdiri dari pelajar SLTA dan mahasiswa, dimana terkadang muncul pertanyaan atas pengetahuan yang belum diketahui oleh para pendamping.
Kreatifitas anak bangsa dapat terbangun dalam sebuah kekritisan berpikir. Namun terkadang negeri ini membelenggu ruang ini. Ketika ada yang ingin melakukan loncatan kualitas, ia akan menghadapi dua pilihan. Menyerah pada sistem atau lari dari sistem.
Kemah lingkungan hidup. Sebuah label yang coba ditawarkan sebagai sebuah alternatif dari sebuah kegiatan jambore yang konsumtif. Belajar pada alam, bermain bersama, menemukan hal baru, hingga akhirnya sebuah pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap lingkungan hidup tertanamkan. Ini baru sebuah pertengahan jalan. Masih panjang jalan untuk keberlanjutan sumber kehidupan bagi rakyat di negeri ini.
tak penting kekhawatiran orangtua !











Wadah bamamay