<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Perselingkuhan Konservasi</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-10.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-10.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:09:05 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: aj</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-10.html#comment-8204</link>
		<dc:creator>aj</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2007 03:03:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-10/#comment-8204</guid>
		<description>Saya kira kondisi tersebut dapat kita sambat "perselingkuhan". Ada beberapa hal mengapa peningkatan SDM lokal hampir tidak nampak, a.l (hasil pengalaman): 
1. pekerja indonesia sendiri belum punya konsep yang baik, sehingga manurut aja apa ujar bubuhan bule. 
2. Kalaupun punya konsep, tapi kada wani bedebat, "pengencot". Takutan dipecat.
3. Pelibatan orang SDM lokal hampir tidak ada karena ada asumsi orang daerah kada bisa (under-estimate), terlalu banyak yang dari jakarta sebagai lokal expert.
4. Atau perlukah kita berselingkuh dengan jakarta untuk tujuan positif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira kondisi tersebut dapat kita sambat &#8220;perselingkuhan&#8221;. Ada beberapa hal mengapa peningkatan SDM lokal hampir tidak nampak, a.l (hasil pengalaman):<br />
1. pekerja indonesia sendiri belum punya konsep yang baik, sehingga manurut aja apa ujar bubuhan bule.<br />
2. Kalaupun punya konsep, tapi kada wani bedebat, &#8220;pengencot&#8221;. Takutan dipecat.<br />
3. Pelibatan orang SDM lokal hampir tidak ada karena ada asumsi orang daerah kada bisa (under-estimate), terlalu banyak yang dari jakarta sebagai lokal expert.<br />
4. Atau perlukah kita berselingkuh dengan jakarta untuk tujuan positif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ratut</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-10.html#comment-7810</link>
		<dc:creator>ratut</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2007 15:54:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-10/#comment-7810</guid>
		<description>ya. 1000% setuju. tdk ada evaluasi terhadap kinerja LKI oleh  instansi apapun. 4 taun lebih di LKI dengan posisi middle alias kejepit di tengah2, saya bisa bilang banyak sekali benturan kepentingan di setiap LKI plus institusi lain. kadang indah (?) kadang ga ada bagusnya sama sekali. ceroboh kalo mencap semua LKI sedang -sadar atau tidak- mjd makelar tanah. saya kenal orang2 bawah dan atas (dlm bahasa manajemen!) yang 99% dari etos kerja adl jihad menyelamatkan bumi (1% keyakinan untuk tidak yakin sah-sah aja kalo?). tapi yang semelekete juga buanyak, termsk yang tadinya emang tulus terus jadi fulus. saking banyaknya kecurigaan atau mungkin lbh enak ketidakpercayaan, dari sesama pekerja LKI, atau persinggungan budaya dan kepentingan yang lintas negara ini, satu dua terpaksa dipinggirkan, termasuk saya (hehehe). tapi jauh di dlm hati, entah itu LKI atau tidak : yang jual lahan banyak, yang bertaruh nyawa buat bumi juga banyak... jadi intinya, bijak-bijaklah mengolah kata, supaya kata-kata kita memang punya makna yang sebenarnya! slamat berpikir... (si rawin dasar anak bungul, menangguk undang, tetangguk timpakul...ALAH!)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya. 1000% setuju. tdk ada evaluasi terhadap kinerja LKI oleh  instansi apapun. 4 taun lebih di LKI dengan posisi middle alias kejepit di tengah2, saya bisa bilang banyak sekali benturan kepentingan di setiap LKI plus institusi lain. kadang indah (?) kadang ga ada bagusnya sama sekali. ceroboh kalo mencap semua LKI sedang -sadar atau tidak- mjd makelar tanah. saya kenal orang2 bawah dan atas (dlm bahasa manajemen!) yang 99% dari etos kerja adl jihad menyelamatkan bumi (1% keyakinan untuk tidak yakin sah-sah aja kalo?). tapi yang semelekete juga buanyak, termsk yang tadinya emang tulus terus jadi fulus. saking banyaknya kecurigaan atau mungkin lbh enak ketidakpercayaan, dari sesama pekerja LKI, atau persinggungan budaya dan kepentingan yang lintas negara ini, satu dua terpaksa dipinggirkan, termasuk saya (hehehe). tapi jauh di dlm hati, entah itu LKI atau tidak : yang jual lahan banyak, yang bertaruh nyawa buat bumi juga banyak&#8230; jadi intinya, bijak-bijaklah mengolah kata, supaya kata-kata kita memang punya makna yang sebenarnya! slamat berpikir&#8230; (si rawin dasar anak bungul, menangguk undang, tetangguk timpakul&#8230;ALAH!)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
