kabupaten konservasi, untuk siapa?

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

[1]
bagaimana pak, apa sudah sesuai dengan harapannya?” tanya seorang ibu kepala badan di sebuah pemerintah kabupaten kepada seorang yang mendukung pendanaan pertemuan kabupaten konservasi. sederhana pertanyaan yang dilontarkan, tapi bisa bermakna mendalam. Apakah sebuah inisiatif kabupaten konservasi hanya untuk memuaskan dahaga yang memberikan pendanaan? ataukah memang benar ini sebuah kebutuhan bagi kabupaten untuk menjadi lebih berpikir konservasi?

[2]
ah.. memang mereka bilang tidak butuh insentif, tapi justru tidak seperti itu” ujar seorang yang menjadi anggota tim nasional kabupaten konservasi. agak aneh. ketika seorang Kepala Badan Perencana di sebuah pemerintah kabupaten menyatakan tidak berharap terhadap insentif dana bagi kabupaten mereka setelah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten konservasi, malah seorang akademisi yang jadi anggota tim nasional berpandangan berbeda. Mana yang bisa dianggap kebenaran diantara keduanya?

[3]
jangan salah menggunakan kata konservasi” demikian ungkap seorang pejabat UPT Departemen Kehutanan. Bagaimana mungkin bisa menggunakan kata konservasi dengan benar, karena dalam berbagai undang-undang yang menggunakan kata konservasi juga tidak pernah ada yang sama mendefinisikan kata konservasi. Lalu, mana definisi yang benar diantara undang-undang tersebut?

[4]
harus ada SK Menteri dulu, baru bisa menjadi pegangan bagi daerah” ujar anggota Tim Nasional Kabupaten Konservasi. Semakin aneh, karena ternyata seorang anggota Tim Nasional juga belum memahami hirarki perundang-undangan. Bila ternyata SK Menteri dan SKB tidak termasuk di dalam tata urutan perundang-undangan, sedangkan Perda telah jauh lebih kuat dibandingkan SK Menteri. Belum lagi bila dilihat dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dimana kewenangan konservasi tidak lagi dicantumkan secara jelas, kecuali kewenangan konservasi di kawasan laut hingga 4 mil yang pasti menjadi kewenangan kabupaten. Selebihnya, tergantung siapa yang lebih cepat merebut kewenangannya.

[5]
harus ada sosialisasi tentang kabupaten konservasi” ujar peserta pertemuan Sosialisasi Kabupaten Konservasi. Memangnya mereka sedang mengikuti proses apa ya?

[6]
pembiayaan tidak perlu masuk dalam penilaian, nanti tidak ada yang bersedia menjadi kabupaten konservasi” ujar anggota Tim Nasional Kabupaten Konservasi. Ketakutan yang dimunculkan adalah ketakutan siapa? Apakah ketakutan kabupaten ataukah ketakutan Tim Nasional? Atau sebenarnya Tim Nasional sendiri masih meraba tentang apa yang disebut kabupaten konservasi? Aneh…

[7]
kawasan itu banyak ulin, usahakan di enclave, jangan dijadikan perkebunan” ujar mantan kepala institusi kehutanan. “ya… tapi dulu ditanyakan ke instansi bapak, katanya itu masuk dalam APL (areal penggunaan lain), jadinya ya tidak dienclave” jawab kepala badan yang mengendalikan lingkungan hidup. Kadang apa yang diungkapkan hari ini belum tentu sama dengan apa yang diungkapkan kemarin, tergantung siapa kawan bicara dan pada siapa pembicaraan ditujukan.

[070514]
:: catatan kecil perjalanan ke kabupaten konservasi

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

3 ikung bamamay celotehan “ kabupaten konservasi, untuk siapa? ”

  1. jadi, sebenarnya ada berapa macam definisi untuk istilah-istilah: “konservasi”, “kabupaten konservasi”, atau mungkin ada juga “provinsi konservasi”? sudah ada contoh kabupaten konservasi belum, mas?

  2. sudah ada 6 kabupaten (2 kabupaten di Kaltim, 1 kabupaten di Kalbar, 2 kabupaten di Sumatera dan 1 kabupaten di Jawa) yang mendeklarasikan diri sebagai kabupaten konservasi, sementara tim kecil yang nasional untuk kabupaten konservasi selalu bilang “tunggu dulu, ntar akan ada SK menteri yang mengatur, daripada nggak kebagian dana alokasi khusus ntar”. :-)

  3. bisnis konservasi memang menggiurka. dan memang harus memakai kemasan yang menarik. “kabupaten konservasi..” gmana gitu kesannya. Kerja yo kerja, kan udah makan duitnya. Taman Nasional, Hutan lindung, suaka margastwa, kabupaten konservasi? bukan main….

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>