konser(in)vasi
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
It is no secret that most of the world’s biodiversity hotspots targeted for conservation by international organizations lie in developing countries in the tropics. Not only is it unconscionable to protect the environment in developing nations without addressing the lives of the people, essentially modern-day colonialism, experience has shown it doesn’t work very well. [Simon Donner dalam Siham Affata]
konservasi. dapat menjadi sebuah ancaman baru bagi keberlanjutan kehidupan komunitas lokal. sebuah perlindungan yang berlebihan menjadikan sebuah kemiskinan baru di kawasan konservasi. larangan beraktivitas di kawasan tertentu karena keindahan alam yang telah mereka jaga sejak lama, hanya karena kepentingan bisnis wisata.
pekerja konservasi di lembaga konservasi internasional malah memiliki kecenderungan tidak memiliki pemahaman tentang ruh konservasi. pengetahuan bisnis pekerja konservasi sangatlah lebih kuat. makanya tidak aneh bila kemudian yang ada di pikiran pekerja konservasi adalah menjadi ‘kolektor’ tumbuhan dan satwa dilindungi, bukan sekedar fotonya. lembaga konservasi internasional yang masuk di wilayah tropis pun bukan tanpa agenda khusus. peneliti asing mulai berdatangan dengan dalih melakukan eksplorasi keanekaragaman hayati di kawasan tropis. selebihnya, sebuah skema bisnis besar berada di belakangnya.
adakah sebuah niat tulus dari perilaku konservasi internasional di kawasan kaya akan kehati? tak pernah ada. sebuah investasi yang dilakukan akan berujung pada penguasaan, sehingga kemudian tidak salah bila dikatakan konservasi (oleh asing) adalah sebuah invasi yang menemukan pola barunya, agar kemudian kekuasaan dapat digenggam berasaskan hukum negeri selatan.
kesadaran komunitas lokal harus segera dibangkitkan. kekuatan kelompok rakyat lain menopang kesadaran tersebut. perlawanan terhadap pelaku konservasi asing sudah saatnya dikumandangkan. pekerja-pekerja asing di kawasan konservasi tak lagi penting. karena sejatinya pengetahuan konservasi lokal yang dimiliki komunitas sangat jauh lebih kaya dibandingkan dengan pekerja asing dari lembaga konservasi internasional yang sudah memiliki nama mendunia sekalipun.
tak penting konser(in)vasi !











Wadah bamamay