<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tak Penting Konservasi</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-4.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-4.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 10:28:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7-beta3</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-4.html/comment-page-1#comment-3723</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2006 23:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-4/#comment-3723</guid>
		<description>&lt;p&gt;mari melihat konservasi dengan lebih jernih. apa yang dilakukan oleh sebuah lembaga kerjasama internasional dengna apa yang dimaknai sebuah konservasi oleh komunitas lokal. menjadikan pariwisata sebagai isu yang di depan, bisa menjadikan sebagai sebuah bumerang. bisa jadi malah semakin tergerusnya budaya lokal bila tak mampu bertahan. akhirnya, kembali komunitas lokal sebagai korban. &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;juga ada bahaya pencurian kekayaan genetik, yang dilakukan melalui penelitian maupun kunjungan sesaat. ketika paten telah diberikan, barulah akan terasa dampak bagi negeri ini. berhati-hati di awal akan lebih baik, ketimbang harus gigit jari di kemudian hari.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari melihat konservasi dengan lebih jernih. apa yang dilakukan oleh sebuah lembaga kerjasama internasional dengna apa yang dimaknai sebuah konservasi oleh komunitas lokal. menjadikan pariwisata sebagai isu yang di depan, bisa menjadikan sebagai sebuah bumerang. bisa jadi malah semakin tergerusnya budaya lokal bila tak mampu bertahan. akhirnya, kembali komunitas lokal sebagai korban. </p>
<p>juga ada bahaya pencurian kekayaan genetik, yang dilakukan melalui penelitian maupun kunjungan sesaat. ketika paten telah diberikan, barulah akan terasa dampak bagi negeri ini. berhati-hati di awal akan lebih baik, ketimbang harus gigit jari di kemudian hari.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: carlo</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-4.html/comment-page-1#comment-3717</link>
		<dc:creator>carlo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2006 10:02:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/konservasi-4/#comment-3717</guid>
		<description>&lt;p&gt;pengelolaan kawasan konservasi lingkungan bukan lagi hanya menjadi sebuah isu yang komersiil, namun sekarang telah menjadi sebuah kebutuhan yang benar? riil bagi masyarakat. kabupaten paser sebenarnya memiliki sejumlah tempat, wilayah dan kawasan yang cukup potensial bagi konservasi lingkungan. besarnya luas hutan yang ada bila di kelola dengan benar, maka tidak hanya akan memberikan manfaat secara tidak langsung bagi kita, seperti tercukupinya pasokan udara bersih, air bersih, dll. namun dapat juga kemudian di kembangkan menjadi salah satu sektor pariwisata lokal yang cukup menjanjikan bagi terpenuhinya PAD kabupaten paser. saya sebagai seorang mahasiswa yang sekarang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan berasal dari Paser, juga sangat menyayangkan bila kemudian kebijkan dari pemerintah daerah sendiri hanya bersifat jangka pendek dalam usaha pemenuhan PAD dan pelestarian lingkungan. padahal bila dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan penduduk kab.paser sendiri.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengelolaan kawasan konservasi lingkungan bukan lagi hanya menjadi sebuah isu yang komersiil, namun sekarang telah menjadi sebuah kebutuhan yang benar? riil bagi masyarakat. kabupaten paser sebenarnya memiliki sejumlah tempat, wilayah dan kawasan yang cukup potensial bagi konservasi lingkungan. besarnya luas hutan yang ada bila di kelola dengan benar, maka tidak hanya akan memberikan manfaat secara tidak langsung bagi kita, seperti tercukupinya pasokan udara bersih, air bersih, dll. namun dapat juga kemudian di kembangkan menjadi salah satu sektor pariwisata lokal yang cukup menjanjikan bagi terpenuhinya PAD kabupaten paser. saya sebagai seorang mahasiswa yang sekarang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan berasal dari Paser, juga sangat menyayangkan bila kemudian kebijkan dari pemerintah daerah sendiri hanya bersifat jangka pendek dalam usaha pemenuhan PAD dan pelestarian lingkungan. padahal bila dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan penduduk kab.paser sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
