Konservasi: Alat Menjauhkan Komunitas Dari Alamnya
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Kata konservasi, sepertinya telah menjadi sebuah icon tersendiri bagi dunia baru yang ingin dibangun. Kabupaten Konservasi, kawasan konservasi, konservasi satwa. Beberapa pegiat konservasi (atau lebih tepatnya pekerja konservasi) telah menikmati limpahan dana yang membanjirkan dahaga materi. Sementara, komunitas lokal di kawasan konservasi masih pula terpinggirkan dari hal aksesibilitas, pendidikan dan kesehatan.
Dana konservasi, lebih dari 70% dialokasikan untuk sebuah kampanye kebanggaan ataupun pada pertemuan-pertemuan. Kurang dari 30% dana konservasi yang langsung menyentuh ke sisi publik. Bahkan, lebih parah ketika ada pemaksaan terhadap gagasan konservasi kawasan. Sebuah kawasan yang tidak memiliki hubungan sistemik dengan komunitas, dipaksakan untuk diakui oleh komunitas agar kemudian terlihat hasil yang menggiurkan dari kerja-kerja atas nama konservasi.
Seorang kawan yang bekerja di lembaga konservasi internasional mengeluhkan minimnya dukungan manajemen kantornya terhadap kerja-kerja di tingkat komunitas. Tak ada hasil katanya. Belum menunjukkan pemuasan. Bahkan dikatakan gagal. Padahal, sebuah hubungan emosional dan kerja-kerja bersama telah berlangsung di tingkat masyarakat. Dan bisa jadi ketika lembaga konservasi itu hengkang dari kawasan tersebut, komunitas lokal telah memiliki kemampuan untuk mengelola kawasan kelolanya sendiri. Namun, apalah arti sebuah pengakuan. Ia hanya menjadi sebuah simbol kebanggaan bagi segelintir orang. Selebihnya, biarlah rakyat yang menilai hasil sebuah interaksi dengan komunitas lokal.
Konservasi. Kata ini cenderung menjauhkan ikatan komunitas dengan alam kehidupannya. Sebuah kawasan yang tak tersentuhkan, bagai sebuah etalase kaca. Menyaksikan alam kehidupannya di jelajah makhluk asing yang sedang mencari bahkan mencuri kekayaan alam lokal. Tak boleh lagi mencari kehidupan di kawasan yang selama ini menjadi penopang kehidupan. Konservasi, telah menjadi sebuah alat menjauhkan komunitas dari alamnya.
tak penting konservasi lokal !







Wadah bamamay