lima hal yang menjadi dasar penetapan kawasan konservasi pada masa awal, yaitu: (1) menghindari adanya pemukiman dan aktivitas pedagangan; (2) menyediakan hiburan bagi masyarakat; (3) memelihara sumber-sumberdaya alam dan situs-situs sejarah; (4) menghindari penggunaan komersial terhadap sifat fisik alam, dan; (5) mengelola – dengan prinsip preservasi – sumber daya alam unutk kepentingan generasi mendatang.
Sejarah konservasi memang dipatutkan untuk penghilangan (paksa) manusia dari alam. Pemisahan kultur dengan lingkungan. Menghadirkan kegelisahan manusia untuk berperang atas semakin sempitnya lahan. Kolaboratif yang coba ditawarkan hari ini pun tidak lebih untuk memfasilitasi kepentingan pemodal, walau dengan celoteh “ini untuk kesejahteraan rakyat”. Dimanakah sebenarnya aras konservasi sejatinya? Mungkinkah digeser ke arah kepentingan keberlanjutan kehidupan organisme kehidupan?
tak penting sejarah konservasi !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2007. sejarah konservasi. http://timpakul.web.id/konservasi-9.html (dikutip tanggal 9 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul