Song for Planet: Lagu untuk Setumpuk Sampah
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Pada akhir pekan lalu, sebuah stasiun televisi menyiarkan enam lagu untuk planet yang kabarnya adalah mengangkat isu-isu lingkungan hidup. Sangat menggembirakan. Karena lingkungan hidup telah coba diangkat sebagai sesuatu yang khusus di akhir tahun ini. Dari enam lagu yang disajikan, sangat lebih menghibur sebenarnya adalah lagu selingan yang disela dengan penjelasan singkat oleh seorang dosen tentang air, hutan dan udara. Dengan sedikit tayangan profil penghisap kekayaan alam Indonesia yang semoga saat itu benar sedang tidak berbohong dengan mengatakan bahwa mereka melakukan perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Dari enam lagu yang disajikan, sangat terlihat kental nuansa kota dalam lagu-lagu yang disajikan. Kalaupun ada gambaran desa, lebih pada sebuah desa sekitar kota. Tidak ada yang salah dengan para pencipta lagu. Satu penghargaan untuk mereka yang telah mencipta. Namun ini sebuah “sentilan” bagi para pegiat lingkungan hidup, bahwa hingga hari ini, pemahaman lingkungan hidup di publik baru sampai pada titik permasalahan lingkungan perkotaan, masalah sampah dan kebersihan.
Permasalahan di hulu sungai, penghabisan hutan, penggalian mineral, hingga perampokan kekayaan alam Indonesia, masih sangat jauh dari publik. Sebuah tantangan baru bagi para pegiat lingkungan hidup di esok pagi. Bahwa sejatinya permasalahan lingkungan hidup, bukan hanya permasalahan sampah dan kebersihan, namun lebih besar dari itu, karena hingga hari ini Indonesia sedang dirampok kekayaan alamnya oleh kepentingan-kepentingan kaum pemodal dan penguasa.








Wadah bamamay