pembangunan berkelanjutan

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (1 votes, average: 4 out of 5)
Loading ... Loading ...

kata pembangunan berkelanjutan (sustainable development)sering kali didengar ketika berbicara tentang kelestarian lingkungan hidup. bagi pelayan publik, kata pembangunan berkelanjutan seolah merupakan jawaban bagi kehancuran ekologis alam negeri. pekerja NGO internasional pun selalu mengedepankan kata-kata tersebut dalam setiap kampanye dan proses lobby yang dilakukan.

sangat tidak pernah ditelaah lebih jauh berkaitan kelahiran kata pembangunan berkelanjutan. dalam sebuah penelusuran singkat, pembangunan berkelanjutan lahir sebagia sebuah konsep setelah terjadi re-kalkulasi sumberdaya di negara-negara industri. mereka melihat akan terjadi krisis bahan baku industri bila tidak mempersiapkan sebuah skenario baru dalam mencukupkan keberadaan bahan baku untuk menghidupkan industri mereka.

bila pada fase kolonialisme sumberdaya alam yang diambil dari negeri ini lebih pada rempah-rempah dan obat-obatan untuk mengatasi bencana penyakit di negara-negara utara, pada fase pasca perang dunia kedua, penjajahan harus tetap dilakukan dalam konteks ketersediaan bahan baku industri di negara-negara utara. namun bila mereka tetap menggunakan cara-cara lama dalam menjajah akan semakin tumbuh perlawanan yang lebih besar terhadap mereka, maka kemudian dilahirkanlah mekanisme penjajahan ekonomi melalui penguasaan kapital.

dalam perkembangannya, penguasaan secara kapital juga mengalami berbagai hambatan dan perlawanan yang cukup kuat. lalu kemudian, dilahirkanlah konsep pembangunan berkelanjutan untuk meredam perlawanan-perlawanan yang terjadi dan akan terjadi. pembangunan berkelanjutan dikedepankan seolah-olah menjadi sebuah negara sasaran berperspektif lingkungan hidup. negara yang ‘dijajah’ pun tak akan merasakan sedang berada dalam sebuah arena penjajahan. secara perlahan namun pasti, sumberdaya alam mereka beralih ke negara industri.

kemiskinan kemudian mencuat di negara-negara selatan. lalu lahirlah inisiatif MDGs (millennium development goals) yang juga seolah-olah memberikan perhatian terhadap permasalahan kemiskinan di negara-negara dunia ketiga. sementara itu, cengkeraman negara industri bersama dengan kelompok pemodal semakin kuat menancapkan kukunya di negara-negara penyedia sumberdaya.

industri di negara-negara penyedia sumberdaya tidak pernah dikembangkan, terutama industri-industri hilir. aliran modal ditahan untuk pengembangan hal tersebut. tidak pernah ada investasi besar yang masuk untuk menopang industri hilir. seluruh industri yang dikembangkan secara pesat adalah industri ekstraktif dan industri hulu.

penjajahan juga berlanjut dengan dijadikannya negara sumberdaya sebagai pasar dari barang-barang yang diproduksi oleh negara industri. aliran mata uang kembali menguat pada negara-negara industri, yang sebagian dikembalikan ke negara penyedia sumberdaya dalam bentuk pinjaman (loan) yang disertai dengan hibah (grant) agar seolah-olah ada kebaikan yang telah diperbuat oleh negara industri.

negeri ini sudah seharusnya sadar akan kejadian-kejadian bencana yang terus terjadi, sebagai sebuah peringatan atas telah terjadinya eksploitasi berlebihan atas sumberdaya alamnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku negara industri. pelayan publiknya harus segera bangun dari mimpi panjangnya agar tak terus berada dalam ruang keterpurukan. namun entah kapan mereka akan terbangun. bila tak jua terbangun, maka rakyat harus segera membangunkannya, bila tidak ingin segalanya terlambat, saat rumah telah hanyut oleh banjir.

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>