lilin dan lampion kecilku

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

kelam… hitam… senyap…
tak ada arah… tak ada jalan… tak ada mata hati…
bayang itu tetap semu
kata itu tetap bisu

menapaki sebuah kehampaan
berjalan diantara kepalsuan
berlari mengejar ketidakpastian

asa hanya tinggal asa
cita hanya tinggal cita
mimpi hanya tinggal mimpi
angan pun tak jua tergapai

nafas bukan lagi bagian hidup
ruh hanya penghias diri

mata hati sudah buta
telinga jiwa tlah tertulikan
lidah semakin kelu

tanpa arti
tanpa makna
tanpa apa-apa

kelam… hitam… senyap…
haruskah menghalang?
asa… cita… mimpi… angan…
haruskan membatu?

sebuah cahaya lilin redup
diujung pembaringan
haruskah hanya kesemuan?

akankah ada sesosok lampion kecil
yang menerangi arah menuju
yang membawa pada kepastian
yang tunjukkan kemana jalan pulang

lilin dan lampion kecil
sangatlah dekat dalam jiwa dan hati
namun ia tetap tak tergapai
entah kapan lilin menjadi penerang
entah kapan lampion kecil menjadi mata hati

nunukan, 17 juni 2003

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>