listrik bagi industri

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Ketua Badan Perencana pada sebuah kampung yang kaya akan sumberdaya alam berujar “kami akan bangun PLTN untuk memenuhi kebutuhan listrik industri. itupun hanya 20% dari listrik yang dibutuhkan. selebihnya kita akan tetap bersandar pada listrik bertenaga energi fosil”.

saat ini, krisis listrik telah menjadi sebuah kegelisahan bagi banyak orang. termasuk kalangan pemerintah yang tiba-tiba gagap menghadapinya. padahal telah sejak puluhan tahun lalu listrik tak menjadi permasalahan. bila kemudian diungkapkan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan seluruh rakyat, maka sebenarnya listrik hanyalah sebuah kebutuhan bagi masyarakat perkotaan. beberapa kelompok masyarakat yang telah memperoleh panel surya untuk menerangi kampungnya, malah menjual kembali panel suryanya. pada beberapa rumah, bahkan panel surya hanyalah menjadi pajangan di atap rumah.

krisis listrik menjadi sebuah pertarungan. mekanisme dibuangnya teknologi “sampah” ke negara selatan, hingga skema utang baru bagi negara berkembang. modernitas dilihat dari keberadaan sebuah PLTN. sebuah ironi ditengah masih berlimpahnya sumber energi listrik terbaharukan.

seorang kawan menghubungi untuk berkabar “minggu depan kami akan resmikan PLTMH yang di kampung”. sebuah perjuangan panjang untuk kemudian memperoleh energi listri bagi industri rakyat. pemerintah kemudian hanyalah menjadi pemandu sorak berdirinya sebuah sumber energi listrik yang dibangun oleh kelompok masyarakat. sementara di hilirnya, tiga kampung akan ditenggelamkan demi pembangunan PLTA.

listrik bagi industri raksasa, sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memenuhkan. industri harus dipaksa untuk mampu menyediakan energi listriknya sendiri. tidak perlu mengemis dari uang rakyat. industri besar telah terlalu termanjakan dengan berbagai fasilitas kemudahan yang telah diberikan negeri ini. sementara, jargon kesejahteraan hanyalah tinggal sebagai sebuah jargon belaka.

tak penting listrik bagi industri !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>