maaf: saya tidak memaafkan anda!
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
MAAF! Kata inilah yang diungkapkan oleh setiap manusia di menjelang hari raya umat muslim. Berbagai cara dipergunakan, mulai dari berkirim kartu lebaran, telepon, sms, hingga melalui email.
Bila menggunakan kartu lebaran, saya masih coba berkata boleh, walau ada beban disaat menyaksikan tumpukan kartu lebaran yang diangkut ke tempat pembuangan akhir sampah beberapa hari setelahnya. Tak terbayang berapa banyak pohon yang ditebang untuk dijadikan hamparan kartu lebaran itu.
Bila menggunakan telepon, ini masih mungkin baik. Hanya memang apakah cukup kuat menanggung beban rekening telepon yang bakal meningkat tajam?
Bila menggunakan sms, tak ada masalah. Hanya Rp 250-350 setiap pesan terkirim. Saya hanya terganggu karena sms terkirim ke jalur komunikasi pribadi saya. Mengganggu saja. Dan di saat malam menjelang hari raya, sangat dipahamkan terjadi kemacetan pengiriman sms. Bukan hanya di jalan saja yang macet, sms juga bisa macet.
Yang lain dan paling menyebalkan bagi saya. Mengirimkan ucapan maaf melalui email, kemudian dikirimkan ke milis, dengan file ikutan hingga 500Kb. Dengan jalur internet saya yang berjalan seperti siput, hal ini yang paling menjemukan. Harus membuka webmail, pilih email yang berisi file besar, dan klik ‘trash‘ atau ‘delete‘. Memang di mail client sudah tidak terambil disaat lebih besar dari 300Kb, namun bila tetap berada di server dan tak dihapus, akan memperlambat disaat pengambilan berikutnya. Kalau sudah begini, bermaknakah sebuah kata maaf?
Bagi saya, yang pasti saya sangat yakin akan dimaafkan dan saya pun yakin telah memaafkan. Tak perlu berkirim kartu lebaran, bertelepon, nge-sms, atau berkirim email (apalagi besar-besaran file). KECUALI bagi yang telah mengirimkan email dengan file ikutan sangat besar ke milis dimana saya terdaftar sebagai anggotanya, saya TIDAK mengucap kata MAAF untuk anda.
lebih bermakna MAAF lewat HATI,
daripada lewat GAMBAR besar di EMAIL !










padahal saya berencana mau bikinkan abang kartu ucapan maaf dari kertas daur ulang, yang sudah saya rancang 6 bulan yang lalu. apa boleh buat, kalo tidak suka…. ya….saya daur ulang lagi ajah kartunya. sedihnya….., jadi teman yang ga dianggap.
[tanggapi]