makan apa?

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“dulu batubara dilarang, sekarang sawit juga dilarang, lalu kami akan makan apa?” ungkap seorang rakyat pada aktivis.

makan, hal penting untuk bertahan hidup. batubara tak mungkin langsung dimakan, hanya dapat dipertukarkan agar memperoleh uang untuk makan. kelapa sawit, bila dimakan langsung akan memperlancar keluarnya sisa makanan di usus besar. pertarungan antara cara memperoleh uang menjadi sebuah agenda negeri bencana. kepentingan pemodal bersenggama dengan kuasa.

bagaimana dengan rotan? apakah tak lagi mampu dipertukarkan? harga murah, pepohonan tak ada lagi, hingga rantai distribusi yang terlampau panjang. kalau madu? tak ada lagi banyak bunga, bagaimana mungkin ada madu? seandainya karet? ah.. terlalu pagi waktu menyadapnya, walau akan memperoleh 2,5 juta setiap minggunya.

cash, cepat, wujud. hal yang diinginkan. setelah itu, tak peduli bila tak ada lagi tempat berladang. tak terpikirkan ketika penggurunan terjadi. tak terlintas walau suatu saat bencana ekologi melanda. pemahaman singkat, buah ketertindasan. memilih diam ataukah berbagi pengetahuan?

tak penting makan apa !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>