Mengejar paus

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Saya memilih untuk mengikuti arus yang selama ini bergulat di sekitar lingkar pekerjaan saya di tahun ini” ujar seorang kawan. “Hampir dua tahun saya berada dalam ruang ini dan saya telah dapatkan celah yang kemungkinan bisa saya dapatkan ruangnya di tahun ini” [dari sebuah perbincangan]

Tak pernah mungkin untuk bermimpi mengejar paus, mamalia terbesar di laut. Untuk memperoleh ikan teri saja menjadi sulit. Melakukan hal-hal kecil dalam menjalani proses berkehidupan. Mengungkap berbagai pengetahuan dari alam. Berbagi pada sesama. Membangun mimpi di atas kasur yang tak lagi empuk. Menikmati daging kurban bersama. Menapaki jelajah nurani.

Hentakan keras di saat keikhlasan dipertanyaan. Arogansi, emosi, prestise bersatu dalam cairan otak. Mengelola jiwa yang labil dalam kehampaan. Pergulatan keinginan. Haruskah mengejar paus disaat menangkap seekor teri pun tak ada daya?

tak penting mengejar paus !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>