menjadi pelupa
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Menjadi pelupa di negeri yang selalu lupa mungkin akan menyenangkan ya…. Seperti Lucy dalam 50 First Dates yang diputar HBO-Asia tadi malam, walau diakhirnya Lucy dapat melanjutkan kehidupan dengan media video dan diary. Film ini pernah kutonton (dengan terpaksa) di sebuah bioskop di Jakarta, setelah dipilih paksa oleh seorang kawan.
Film semi-komedi-romantis ini memberikan beberapa ruang tentang sebuah kelupaan. Manusia dianugerahi satu kata “lupa” yang membuat manusia menjadi pemaaf. Lucy menjadi pelupa, bukan karena ia ingin, tapi karena hal yang diluar kehendak. Lucy akhirnya bisa menjadi pengingat (walau tetap lupa), dengan adanya video dan catatan harian (diari).
Indonesia mungkin negeri yang selalu lupa, walaupun telah banyak seminar, lokakarya, semiloka, dan berbagai pertemuan, namun tak pernah teringat akan hal yang pernah diucap, sementara notulist harus bekerja keras untuk membuat catatan pertemuan. Mungkin ini yang buat aku agak malas menghadiri Workshop Pengelolaan Hutan Lindung Beratus di Kutai Barat, besok dan lusa. Ah… aku kan pelupa dan sedang menderita penyakit ingatan-pendek


Menjadi pelupa di negeri yang selalu lupa mungkin akan menyenangkan ya…. Seperti Lucy dalam 





Wadah bamamay