Menulis Tak Bermotivasi
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Semalam bersama dengan Harry Suryadi, penggagas Masyarakat Jurnalistik Lingkungan Indonesia. Membongkar sebuah jalan menuju menulis bersama kawan motivator BUMI dan Mapflofa Fahutan Unmul. Dalam sebuah keinginan menulis, terbangun sebuah dinding bernama khawatir. Dinding inilah yang belum mampu dihancurkan oleh beberapa kawan. Selain kemudian ada sebuah layar imaginasi yang kadang sulit sekali memperoleh siaran yang jelas.
Satu hal yang disarankan adalah bagaimana menggetarkan spiritualism dalam jiwa. Hal yang selama ini sangat jarang disentuhkan. Ada tujuh lapisan yang melingkupi diri manusia, terkadang hanya menyentuh fisik manusia. Lapisan lainnya tak pernah dijelajah.
Berbeda bagi beberapa kawan. Tak tertarik. Melupakan. Meniadakan hal yang tak benar bisa digapai oleh panca indera. Senyatanya. Ia ada. Melingkupi kehidupan. Energi yang mungkin suatu saat bisa menjadi alternatif.
Menulis. Hanya masalah sebuah latihan. Tulis, tulis, tulis dan tulis. Revisi kemudian. Membaca bagi penguasaan perbendaharaan kata-kata.
tak penting bermotivasi menulis !







Bener juga yang penting nulis dulu yah, perkara hasil nomor dua. setuju….setuju…..Salam
kenapa mesti ngebilangin olah raga otak di milis JPL bang?, masa nggak mikir lagi nulisnya? sylvie jadi malu. Bang fadli betul-betul keterlaluan. emang nggak bisa ya via japri? sedih sekali loh!