migas
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Presiden Bolivia Evo Morales, Selasa (1/5), di La Paz, mengumumkan negara kembali mengontrol semua bisnis asing, khususnya migas. Sebanyak 12 perusahaan asing telah bersedia menandatangani kontrak migas baru, Rabu (2/5). [kompas]
Bolivia menuju arah kemandirian. Penguasaan asing atas kekayaan alam negerinya kian dikikis. Indonesia negeri yang melimpah kekayaan alam masih menikmati tetesan minyak yang tercecer di sela tanker yang berlayar menuju negeri utara. Emas, batu bara, kayu hingga ikan tak lagi bagi kepentingan rakyat. Segalanya telah tergadaikan. Negeri ini terjual tunai.
Pendidikan dan kesehatan tak pernah gratis apalagi berkualitas. Terlalu banyak tikus, bunglon, dan timpakul yang bermain-main di lumpur kekuasaan. Pergantian menteri hanya untuk memfasilitasi kepentingan partai politik. Sampai kapan rakyat negeri ini harus terus bersabar?
tak penting migas !










Wadah bamamay