miliar milyar

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

bila sebuah lembaga internasional mengalokasikan 38 juta dolar AS untuk program penyelamatan terumbu karang, tentu bukanlah hal baru. ada kepentingan yang harus dihasilkan dari sebuah pemberian dana yang tak sedikit tersebut dari sebuah lembaga internasional. termasuk berkaitan ke-startegis-an posisi segitiga itu.

menjadi menarik ketika ada Rp 34 miliar dana publik untuk penyelamatan hutan. sebuah jumlah yang tidak sedikit dan menjadi sebuah hal yang sangat luar biasa. entahlah, bagaimana caranya memperoleh keping emas sebanyak itu.

begitu banyaknya aliran dana dari negara-negara kapital untuk kepentingan lingkungan hidup, tak pernah lepas dari sebuah kepentingan pengamanan investasi yang ada di negeri ini. sebagian besar pendanaan diberikan kepada lembaga-lembaga lokal yang mau duduk manis dan berlabelkan lembaga swadaya masyarakat, agar kemudian tak lagi memperhatikan permasalahan mendasar negeri ini.

penindasan dan penghisapan yang terus berlangsung, seolah menjadi sebuah barang aneh bagi pekerja lembaga yang didanai oleh keping emas asing. tak ada lagi sebuah daya kritis yang mampu menembus kebutuhan perut dan di bawah perutnya. bak kerbau yang telah dicokok hidungnya. talinya ditarik ke kubangan, katanya untuk kesehatan, yang akhirnya memperoleh sebuah cemooh dari makhluk di sekitarnya. delegitimasi telah dilakukan sejak lima tahun terakhir, terutama untuk menghilangkan kepercayaan publik pada sebuah lembaga bernama LSM.

masih terlalu banyak tikus-tikus putih yang berkeliaran di negeri ini. menjadi peneliti, menjadi turis ataupun hanya sekedar menjadi petugas siskamling. segalanya dilakukan tak lebih untuk menghabiskan kekayaan alam negeri ini. melanggengkan penjajahan ekonomi di tanah merdeka ini.

tak penting miliar milyar !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>