mimpi di republik

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...


Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil mengatakan, somasi terhadap tayangan Republik Mimpi yang ditayangkan Metro TV masih sebatas wacana. [Media Indonesia]

Republik Mimpi bisa jadi cuma mimpi. Bisa berubah sesaat menjadi kerajaan hanya karena somasi mimpi. Sebuah kondisi anti-kritik yang membudaya di negeri bencana ini. Namun masih ada dukungan dari yang diparodikan [1] [2]. Dalam sebuah ruang publik, parodi sepertinya memberikan kelegaan kehidupan untuk sesaat, ditengah kebingungan arah negeri. Depkominfo pun menjadi tak penting lagi di negeri ini. Regulasi yang tak pernah jelas memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat. Ditambah dengan “keinginan” mematikan kebebasan berekspresi menjadikan institusi ini hanyalah sebuah penyangga penderitaan rakyat berkelanjutan.

Belum termasuk ketika domain sebuah pemerintah propinsi yang akhirnya harus berganti dengan “paksa” karena peraturan. Padahal investasi yang telah dikeluarkan mulai dari kartu nama, kop surat, hingga papan nama lembaga pemerintah di propinsi tersebut telah menghabiskan sangat banyak uang publik. Pasrah bisa jadi pilihan, namun kemudian bila sebuah institusi hanya sekedar menjadi penghambat kreatifitas di negeri ini, sudah selayaknya dia menjadi bubar. Apalagi ternyata tidak memiliki kemampuan menghilangkan tayangan tidak mendidik di media kaca. Haruskah terus bersabar?

tak penting mimpi di republik !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

3 ikung bamamay celotehan “ mimpi di republik ”

  1. mari kita rencanakan tindakan terorisme untuk meledakkan depkominfo..

    Emangnya hanya teroris beneran yang bisa ngancam.

  2. Hmmm… peraturan. Sebagai instrumen hukum memang diperlukan. Persoalannya masuk akal atau tidak? Berperikeadilan atau menindas dan merugikan?

  3. Inilah satu lagi dagelan di republik ini.
    Bukankah lebih baik dikritik daripada diganti?? :D

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>