mitra
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“saya menganggap kelompok mereka bukan sebagai musuh. tapi sebagai mitra”, demikian celoteh seorang kawan yang menjadi pelayan masyarakat di sela diskusi publik sawit perbatasan.
ungkapan peran pelayan publik [baca: pemerintah] sebagai mitra kelompok sipil sepertinya sudah semakin sering didengarkan. bukan hanya pada tingkatan terbawah, pada posisi penting pejabat publik pun sering dilontarkan. kalimat yang seharusnya tak penting diucapkan lagi.
semenjak seseorang memutuskan arah kehidupannya sebagai pelayan publik, maka janji yang diucapnya adalah untuk melayani publik. tidak terlontar sedikitpun janji tentang sebuah un-transparansi ataupun nir demokrasi. menjadi pelayan yang baik, inilah sebuah janji.
kesejahteraan selalu menjadi lontaran sesaat. pembangunan pun menjadi tameng pelindung. pemerataan menjadi basa-basi. seandainya saja tak ada yang mencatat janji makhluk hidup, tentunya tak akan ada yang akan merasa belum melunaskan utang yang tak terbayarkan.
tak penting mitra !











Wadah bamamay