menapaki ruang

langkah perlahan di sela rerumputan
Google

muak

By timpakul • 8 May 2004 • Category: khayal [ Cetak celoteh ] - 135 dilihat

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

muak
jenuh
lelah

aku sudah melangkah
aku sudah berjalan
bahkan aku sudah berlari

tak ada angin menerpa
tak ada cahaya menyinar
tak ada air menyejuk

aku telah lalui
aku telah jalani
aku telah lewati

tak ada karya
tak ada asa
tak ada cita

hanya
air
mata

hanya
isak
tangis

hanya
tetes
darah

aku tak mampu mendengar
aku tak mampu melihat
aku tak mampu merasa

meski
tangis
air mata
darah
tersaji di santap sarapanku

meski
jerit
derita
kematian
tersaji di santap siangku

meski
bencana
dahaga
lapar
tersaji di santap malamku
aku masih belum tahu
kemana langkahku
kemana teriakku
kemana hatiku

[tpu, 040508]

::untuk kegelisahan mentarijiwaku

  • Facebook
  • Delicious
  • Google Bookmarks
  • Multiply
  • Twitter
  • Technorati Favorites
  • Care2 News
  • StumbleUpon
  • Gmail
  • Share/Save/Bookmark
  • No Related Post

timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word