muak

8 May 2004 | khayal oleh

May
08

muak
jenuh
lelah

aku sudah melangkah
aku sudah berjalan
bahkan aku sudah berlari

tak ada angin menerpa
tak ada cahaya menyinar
tak ada air menyejuk

aku telah lalui
aku telah jalani
aku telah lewati

tak ada karya
tak ada asa
tak ada cita

hanya
air
mata

hanya
isak
tangis

hanya
tetes
darah

aku tak mampu mendengar
aku tak mampu melihat
aku tak mampu merasa

meski
tangis
air mata
darah
tersaji di santap sarapanku

meski
jerit
derita
kematian
tersaji di santap siangku

meski
bencana
dahaga
lapar
tersaji di santap malamku
aku masih belum tahu
kemana langkahku
kemana teriakku
kemana hatiku

[tpu, 040508]

::untuk kegelisahan mentarijiwaku



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2004. muak. http://timpakul.web.id/muak.html (dikutip tanggal 4 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz