multi-stakeholders: efektifkah?
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Diskusi tentang multi-stakeholders kembali mencuat di sebuah milis. Multi-stakeholders dipandang oleh sekelompok orang sebagai sebuah cara yang bisa dimainkan. Sementara sekelompok lainnya yang pernah ber-multi-stakeholders memandang bahwa lebih banyak energi dan pesimis di hari kemudiannya. Sedang satu kelompok memandang bahwa multi-stakeholders sebagai sebuah yang sangat ditabukan.
Melihat gejolak multi-stakeholders, masih perlu dilihat lebih dalam. Karena point keseimbangan pengetahuan masih belum pernah dilirik dalam ber-multi-stakeholders. Disaat satu kepentingan (biasanya kelompok rakyat) masih belum memiliki pengetahuan yang memadai, telah diajak ber-multi-stakeholders, akhirnya malah menjadi sebuah pen’jebak’an ke dalam lingkar multi-stakeholders ini. Kemudian, kelompok pemerintah memiliki kecenderungan pula miskin pengetahuan, yang akhirnya hanya menjadi sebuah stempel. Yang sangat bermain dalam kelompok multi-stakeholders adalah pihak swasta dan kelompok organisasi non-pemerintah (yang cenderung mengambil kendali). Lalu kalau sudah demikian, masih layakkah ber-multi-stakeholders saat ini?








bang, multi stakeholder itu apa sih? bukannya stakeholder sendiri sudah jamak? apa maksudnya beda kepentingan antara stakeholder (alih-alih para stakeholder memiliki kepentingan yang serupa)?
multi-stakeholders dipakai oleh sebagian kelompok masyarakat sipil sebagai istilah bagi berbagai kepentingan yang memiliki keterkaitan (kepentingan) terhadap hal tersebut.