negara di dalam negara

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

industri ekstraktif di negeri ini, semisal pertambangan, perkebunan besar dan hutan tanaman industri, seolah telah menjadi negara baru. sistem keamanan yang super ketat, bahkan beberapa menggunakan aparat keamanan asing, telah menjadikan kawasan ini sebagai kawasan eksklusif. tak banyak yang melihat ini sebagai sebuah permasalahan, apalagi pejabat negeri ini.

pertambangan emas di kutai barat telah berakhir dan meninggalkan 7 juta ton tailing di kolam penampungan limbah, yang suatu waktu bisa mengaliri sungai mahakam, yang selama ini menjadi sumber berkehidupan hampir separuh penduduk kalimantan timur. lubang tambang yang dibiarkan membuka, seakan mengisyaratkan bahwa inilah negeri bencana itu. negeri bodoh yang merelakan kekayaan negerinya dibawa pergi dan tak menyisakan apapun.

seandainya saya lahir lebih dahulu, mungkin saya akan sampaikan kepada keluarga saya yang membuat peta emas pertambangan itu untuk melakukan hal yang serupa dengan yang terjadi di busang, dimana temuan emas hanya dijadikan sebuah dagelan saham. namun sudahlah, masih banyak kerak bumi ini yang menyediakan sebuah mineral kehormatan.

ketika memasuki industri perkebunan besar. aparat keamanan seolah menyatakan bahwa ini batas negara. rakyat dilarang melintas. dengan keping rupiah yang belum habis terkunyah, dinyatakanlah bahwa ini demi keamanan aset nasional. padahal perkebunan itu hanyalah milik seorang cukong yang melahirkan koruptor negeri. bencana kembali tersajikan di meja makan rakyat. satwa pun harus mengemis mencari sarapan pagi.

di sebuah perusahaan hutan tanaman industri, yang sebagian sahamnya milik institusi keamanan negara, seolah tak ada manusia lain di dunia ini. hanya milik mereka. keping dollar berbau darah dan berbasahkan air mata rakyat yang dipaksa menyingkir dari periuk nasinya. pembangunan untuk kepentingan segelintir makhluk.

pilihan bagi negeri yang terlalu luas ini adalah membagi wilayah kekuasaan, agar jakarta tak lagi menjadi sentral. agar jawa bisa berdiri sendiri menjadi negara merdeka. biarlah kalimantan bergabung menjadi satu kawasan negara. akan lebih baik proses berkehidupan manusia di permukaan bumi ini. ini juga agar tak menjadikan lebih banyak lagi kaum syirik di negeri ini. memuja tak lagi hanya pada tuhan. memuja pada gemerlapnya keping uang. memuja pada kehormatan. memuja pada kebenaran semu.

tak penting negara !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>