negeri dalam belanga krisis
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
hutan tak lagi hijau. sungai tak lagi bening. lautan menghitam. udara kota penuh berkabut. racun telah pula menebar hingga pada ujung terakhir kota. nafas sesak. mata meradang. emosi meluapkan amarah. bukan pada siapa, hanya pada apa.
negeri dalam belanga krisis. minyak bumi. gas alam. batu bara. emas. nikel. pasir besi. tembaga. perak. dan berlian. berlayar di lautan, entah menuju mana. lapisan humus hitam kecoklatan terbalur dengan tanah merah yang mengeras perlahan. air hujan sapu segala, hingga mengantar di muara lautan.
ikan berpergian dan enggan pulang. orangutan bermain seolah ceria di balik jeruji besi di pulau kecil di tengah pulau. bekantan pergi berbelanja di pusat perbelanjaan yang dulunya menjadi tempat berkainnya. rangkong terus meneriakkan pekik kemerdekaan. tapi tak ada yang mendengarkannya. semua telah menjadi tuli. bahkan perlahan menjadi bisu. bergerak perlahan, tanpa lagi mampu melihat api yang menjilat rumah Tuhan.
pepohonan bertumbangan. rotan hanyut dalam mimpi multi pihak. madu hutan yang tersisa hanya pada sebuah pabrik jamu. pasak bumi tercerabut tak berakar. buldozer tua, perlahan ratakan tanah. katanya, sesaat lagi kesejahteraan akan ditanamkan dari sebatang palem yang kabarnya minyaknya mampu melumasi dunia.
mata air berhenti menangis. kering sudah jiwa. kulit mengeras dan semakin keriput. tulang belulang berserakan di pekarangan. jerit lambung bersenandung irama kerakusan. sebuah kotak besi tinggalkan catatan negeri yang pernah merdeka.
tanah, air, hutan, kehidupan. pada negeri dalam belanga krisis. diaduk dan dihisap oleh bank dunia dan amerika serikat. dengan tangan-tangan yang mengkamuflase dalam berbagai baju. yang teronggok pada sebuah lemari. orangutan, hak asasi manusia, pluralisme, anti-korupsi, konservasi, bencana. yang segala telah terbutakan, oleh keping emas yang menyilaukan aura kehidupan.
[080620]
:: pagi hari pada sebuah ruang hijau muda











Wadah bamamay