ini negeri siapa?
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“anda punya surat ijin untuk masuk di areal ini?”
“tidak, tapi disana tempat berkebun kami”
“tapi anda tidak punya surat ijin kan?”
“tidak”
“anda tidak boleh melintas di sini”
sejenak aku harus berada dalam sebuah ruang hampa
roda sebuah mobil berban besar bak iringan genderang perang
derit rantai besi kuning besar bagai irama kematian
aku hanya mampu memandang rotan tua yang menjuntai ke sungai
perlahan menuju tanah terikut meranti tua yang ditabrak besi kuning besar
tarian dedauan mendarat di tanah merah merekah
satwa berlarian menjauh
berteriak
entah apa yang mereka ingin katakan
kemarin
aku masih dengan adik perempuanku berada di sana
kebun buah yang entah kapan kami menanamnya
rotan yang ditancapkan kini sudah siap dipanen
banggeris tua pun mulai dihinggapi lebah
tapi itu kemarin
saat tak ada sebuah portal yang menghalangi langkah kami
masih belukar di sepanjang jalan yang dilalui
canda burung bersambut teriak riang owa di kejauhan
sesekali kadal kecil berkejaran di antara ranting pepohonan
tak ada yang tersisa
hanya hamparan tanah merah merekah
besi kuning besar perlahan merobohkan pepohonan
katanya ini bukan tanah kami
tanah ini milik perusahaan dari kota
sudah ada ijin dari pemerintah
ah.. siapa lagi pemerintah itu?
kami tak kenal
kami tak pernah tahu
begitu banyak mereka serahkan tanah di sekitar kampung kami
kepada orang-orang bertopi keras dari kota
aku hanya ingin bertanya
ini negeri siapa?
apakah bukan negeri kami?
ataukah negeri kami masih dijajah saat ini
hingga kami tak lagi boleh berada di kebun kami
kami ingin kenal dengan pemerintah
ingin kami lukiskan sebuah bulatan biru di matanya
katanya ini untuk kesejahteraan kami
ah.. apa lagi itu kesejahteraan?
kami tak tahu
yang kami tahu hanyalah kami ingin tetap bisa ke kebun kami
ingin tetap bisa bermain di hutan bersama kawan-kawan
berenang di sungai yang tak berwarna
menyaksikan rangkong di sore hari menjelang
menari di saat padi kami panen
ini negeri siapa?
pada siapa kami harus bertanya?
tak mungkin kami harus bertanya pada pepohonan
apalagi bila bertanya pada orangutan atau beruang madu
dimanakah jawab tanya kami ini?
[070410]
:: sesaat lagi negeri ini akan terjual pada pemodal asing











…
…
sedih …. hilang kata-kata
[tanggapi]