nilai yang terkikis
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
seorang kawan sangat terkejut saat menyaksikan sebuah lembaran nota yang nilainya fantastik bagi dia. walaupun kemudian nilai tersebut sangat tak berarti bagi lembaga tempatnya bekerja. itu jumlah yang sangat biasa. tak jauh dari tempat tersebut, ada sebuah kampung yang juga sangat berbeda nilai yang terbangun. tak ada sebuah lembaran nota yang mengejutkan.
sebuah perubahan telah didorongkan. perilaku budaya didorongkan untuk menjadi sangat konsumtif. didukung oleh aura kesenangan sesaat. berjalan-jalan ke negeri tetangga. duduk diam dan menerima lembaran rupiah. hingga setetes air harus ditukar dengan keping emas. pemberdayaan, mereka menyebutnya.
satu persatu nilai komunalism terkikis. masuknya perusahaan kayu, perkebunan dan pertambangan, telah menjadikan hilangnya nilai kebersamaan dan keramahtamahan. ditambah dengan hadirnya lembaga (konservasi) internasional yang juga tak pernah peduli dengan semangat bersama. tujuan akhir adalah secara bersama menghabiskan keping emas yang ada untuk memperoleh keping emas yang lebih melimpah ruah.
zona nyaman. inilah yang menjadi sebuah pilihan berkehidupan hari ini. segala kebutuhan dapat terpenuhi. pendidikan dan kesehatan terjaminkan. semua berkutat dengan mencari keping emas. nilai kultur ditinggalkan saat menapakkan kaki di permukaan tanah. sebagian telah menjadi buku suci yang hanya menjadi perdebatan diskusi para pegulat pengetahuan.
terhadap sebuah model perguliran keping emas pun tak pernah tuntas diperbincangkan. hanya menjadi sebuah slogan dalam masa kampanye. kesejahteraan rakyat. pendidikan dan kesehatan gratis. setelah duduk di kursi empuk dengan makanan lezat di meja makan dan hiburan berstandar internasional, penyakit lupa itu kembali datang.
nilai. bukan semata angka. sebuah ruh dalam langkah kaki kehidupan. ayat-ayat Tuhan bukan pula senandung nyanyian di pagi buta. ataupun hanya sekedar mengisi sebuah pesan singkat dan surat elektronik di setiap hari suci. nilai itu semakin terkikis. sebab ia memang diharapkan untuk terkikis. agar tak ada lagi sebuah penghalang bagi penguasaan tunggal bagi kerakusan dan ketamakan mereka yang menyebut dirinya penguasa dunia.
tak penting nilai yang terkikis !











Wadah bamamay