orangutan mau dibawa kemana?
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
pagi ini, pada sebuah hotel dilakukan sebuah diskusi publik dengan tema “orangutan, mau dibawa kemana?“. sebuah pertanyaan diajukan. apakah kemudian sebuah jawaban akan diperoleh. Seorang Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Departemen Kehutanan akan berbicara, bersanding dengan seorang dari project baru bertema orang utan dan seorang dari penyelenggara.
orangutan. menjadi seksi bagi para pemberi dana. karena lucu. tak penting tentang apa yang dilakukan dan sejauhmana akan digunakan dana tersebut. juga tak pernah peduli dengan kematian ribuan orangutan akibat perkebunan besar kelapa sawit dan kematian puluhan ekor orangutan di pusat rehabilitasi dan reintroduksi satwa.
Dephut sebagai institusi yang mengambil kewenangan pengelolaan satwa liar tak mampu melakukan pengelolaan satwa liar di negeri ini. tidak adanya kapasitas yang dimiliki, termasuk pendanaan, menjadikan Dephut sebagai robot yang dikendalikan oleh lembaga konservasi internasional. sebuah forum nasional untuk konservasi orangutan digagas oleh sebuah lembaga, yang orang-orangnya bukanlah pemain baru. hanya berpindah perahu. pada lembaga sebelumnya, tak pernah ada tindakan tegas terhadap perilaku tak baik terhadap orangutan ataupun mengambil flora-fauna dilindungi yang dilakukan oleh pekerja konservasi di lembaga konservasi internasional tersebut.
orangutan memang bukan barang baru. habitatnya semakin berkurang. bukan karena negeri ini semata. karena permintaan minyak sawit untuk biofuel semakin meningkat. permintaan batubara semakin meninggi. satu persatu pepohonan merebahkan dirinya. orangutan kehilangan tempat membuat sarang dan memperoleh pakan. harus pindah ke ladang-ladang komunitas lokal. tak pernah ada tindakan nyata dari lembaga konservasi internasional yang memperoleh dana atas nama orangutan atas penghilangan rumah orangutan. hanya sibuk dengan penelitian dan menumpuk keping emas.
tak penting orangutan mau dibawa kemana !






lho…? pan sudah di bawa ke hotel Fad?
saya juga dapat undangannya. kadang saya enggan ikut-ikut diskusi konservasi yang kerap diadakan di hotel-hotel bintang. entahlah. ada sesuatu yang “miss” kayaknya.
ocsp ya…
cop dan ocsp. ternyata juga ada hidden agenda dengan dialog publik ini.. berkaitan dengan kepulangan orangutan yang lagi “tamasya” di negeri tetangga.
orangutan kok dibawa-bawa?
rumahnya jangan dibawa-bawa donks…
cintailah orangutan
orangutan’s last blog post..ORANGUTANS SEXUAL