pakan orangutan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
seorang kawan baru tiba dari sebuah daerah di selatan pulau kalimantan. lama lembaga tempat ia bekerja beraktivitas untuk menghutankan kembali kawasan alang-alang. awalnya ingin melakukan perawatan terhadap orangutan yang mengalami penindasan. kabarnya, mereka sendiri kemudian digusur oleh lembaga konservasi internasional yang juga memiliki isu yang sama. saat ini, mereka tetap mencoba eksis di kawasan tersebut, bersama komunitas rakyat, memperbaiki kondisi hutan yang semakin dirusak.
kawan yang lain, lahir dan besar di tepi taman nasional. berulang kali membantu para peneliti. menghitung populasi orangutan, hingga pakan orangutan. ada 400 jenis pakan orangutan di kawasan hutan. belum terdokumentasikan dengan rapi. satu saja yang didorongkan kepada kawan ini, bagaimana mendokumentasikannya dan akan diterbitkan menjadi sebuah publikasi oleh anak kampung.
juga ternyata ada temuan bagaimana mempercepat pecahnya biji ulin yang sangat keras dengan teknologi sederhana, sehingga dalam waktu singkat akan tumbuh tunas baru ulin. sebuah temuan yang tak terpikirkan oleh kelompok akademisi, dan hanya ditemukan di kampung, yang terus ditekan oleh kepentingan bisnis konservasi di sekitarnya. orangutan akan semakin menghilang beriringan dengan meningkatnya wisata orangutan. pakan orangutan pun berubah, beriringan dengan tiadanya pepohonan sumber pakan. inilah hutan, orangutan dan hukum rimba yang berlakukan di dunia hutan.
tak penting pakan orangutan !











perlu hati nurani tulus juga untuk berkonservasi, kalau ndak, ya akan jadi bisnis kotor biasa. lebih kotor malah, karena mengatasnamakan non profit activities… salam kenal
[tanggapi]