<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Krisis Pangan Buah Liberalisasi</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/pangan-3.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pangan-3.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 23:27:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7-beta3</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: cenil</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pangan-3.html/comment-page-1#comment-7699</link>
		<dc:creator>cenil</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 07:06:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/pangan-3/#comment-7699</guid>
		<description>Jangan ada lagi tangisan anak negeri atau sebut saja rakyat kecil. Dahulu Indonesia mengalami krisis ekonomi pada era tahun 60-an dan terjadi kekurangan pangan tetapi bangkit karena penderitaan rakyat terdengar keras walaupun dari balik selimut para pejabat dan sepasang teliga yang sedang asik menikmati hidangan lezat. Tapi kini tak ada lagi yang mau bangun dari tidur untuk rakyatnya dan tidak rela hidangan lezat mereka bisa dinikmati oleh rakyat. Tak ada yang bisa hidup damai dan tenteram tanpa adanya kepastian. Orang hidup pasti mati kemudian ada kehidupan baru kembali dan berlangsung terus menerus. Hukum alam berlaku tapi tidak untuk para penguasa di negeri ini karena hati nurani tidak memiliki rasa kemanusiaan, tangan dan kaki terbelenggu oleh keserakahan terhadap harta benda dan mata telah tertutup dengan kain hitam hingga tak mampu untuk melihat rakyat yang menderita kelaparan, bunuh diri , kekurangan gizi dan gila akibat krisis pangan di negeri yang kaya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan ada lagi tangisan anak negeri atau sebut saja rakyat kecil. Dahulu Indonesia mengalami krisis ekonomi pada era tahun 60-an dan terjadi kekurangan pangan tetapi bangkit karena penderitaan rakyat terdengar keras walaupun dari balik selimut para pejabat dan sepasang teliga yang sedang asik menikmati hidangan lezat. Tapi kini tak ada lagi yang mau bangun dari tidur untuk rakyatnya dan tidak rela hidangan lezat mereka bisa dinikmati oleh rakyat. Tak ada yang bisa hidup damai dan tenteram tanpa adanya kepastian. Orang hidup pasti mati kemudian ada kehidupan baru kembali dan berlangsung terus menerus. Hukum alam berlaku tapi tidak untuk para penguasa di negeri ini karena hati nurani tidak memiliki rasa kemanusiaan, tangan dan kaki terbelenggu oleh keserakahan terhadap harta benda dan mata telah tertutup dengan kain hitam hingga tak mampu untuk melihat rakyat yang menderita kelaparan, bunuh diri , kekurangan gizi dan gila akibat krisis pangan di negeri yang kaya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
