bersiaplah krisis pangan!

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

krisis pangan akan terjadi. bisa lebih cepat bahkan. kebijakan negeri yang mengejar investasi dan mengutamakan aliran modal, secara cepat telah mengakibatkan semakin menyempitnya lahan-lahan pertanian, perikanan dan perkebunan rakyat. target perluasan hutan tanaman industri dan perkebunan besar kelapa sawit yang sangat luar biasa dari pelayan publik negeri ini, telah dipicu oleh iming-iming para pemodal.

belum lagi ditambah dengan gerakan energi hijau yang mengarah pada pemanfaatan energi nabati. sawit, jagung, hingga jarak dipandang sebagai sebuah energi hijau. pertarungan antara kepentingan pangan dengan energi akan segera terjadi. tergantung pada bagian mana mereka akan menguat, dan selebihnya saling melemahkan.

ada beberapa kebijakan yang salah jalan dari pelayan publik:

  1. perluasan perkebunan besar. perluasan perkebunan besar, apalagi dengan komoditi kelapa sawit akan berdampak pada penghilangan kawasan produktif rakyat dan juga semakin berkurangnya cadangan air dalam tanah.
  2. percepatan hutan tanaman. kebijakan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri bubur kertas dan kertas, baru selebihnya bagi peruntukan kayu pertukangan yang kian menipis. bila dilihat lebih cerdas, maka akan terlihat bahwa kebijakan ini lahir akibat pemenuhan kebutuhan negara industri di belahan utara bumi.
  3. pembangunan berkelanjutan. sebagian besar orang pasti akan berpendapat bahwa pembangunan berkelanjutan itu bagus, bisa mengurangi pengrusakan lingkungan hidup. tak pernah ada yang membongkar ulang catatan pasca perang dunia kedua, dimana negara-negara industri melakukan kalkulasi ulang terhadap kebutuhan bahan baku industri mereka, yang ternyata hanya ada di negara-negara selatan. lalu kemudian, untuk memudahkan penguasaan atas bahan baku, dipergunakanlah skema pembangunan berkelanjutan, yang seolah-olah akan membantu negara selatan. selebihnya, skema sertifikasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan juga dilakukan dalam upaya mengontrol harga bahan baku yang mereka butuhkan.
  4. eksploitasi habis-habisan atas minyak bumi, gas alam dan batubara. kebijakan pelayan publik untuk mengobral kekayaan alam negeri ini, sangat terlihat jelas dengan terlalu mudahnya diberikan ruang bagi dieksploitasinya kekayaan alam negeri ini. padahal di negeri ini telah terjadi defisit energi, minyak bumi dan gas alam. makanya tidak salah bila PLN selalu mengumandangkan byar-pet setiap minggunya di berbagai wilayah.
  5. tidak dibangunnya industri hilir. negeri ini tak pernah punya niatan membangun industri hilir. semisal negeri jiran yang memproduksi berbagai produk makanan dan minuman kaleng, serta berbagai negeri lain yang memproduksi tusuk gigi hingga premium. negeri ini yang menghasilkan semua bahan baku tersebut hanya bisa menampung dan menjadi konsumen sejati.

krisis pangan bisa lebih cepat terjadi. apalagi ditambah dengan bencana yang silih berganti melanda negeri ini. genderang peringatan alam telah ditabuhkan. hanya tinggal bagaimana pelayan publik memahaminya dan mulai melakukan re-kalkulasi kebutuhan bagi kehidupan di negeri ini dan berhenti mengobral kekayaan alam negerinya.

bersiaplah krisis pangan !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>