swasembada

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Indonesia berhasil berswasembada beras tahun 1984 setelah sekian lama menjadi pengimpor beras terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, jika tahun 1969 Indonesia hanya mampu memproduksi beras sekitar 12,2 juta ton, pada tahun 1984 bisa mencapai 25,8 juta ton. [Soeharto Center]

Negeri ini pernah berswasembada beras. Ini yang selalu dibanggakan pemerintahan orde baru. Namun senyatanya, kejadian swasembada beras saat itu telah menggiring keruntuhan pangan pada dekade berikutnya. Revolusi hijau telah menghadirkan begitu banyak racun ke dalam lahan-lahan pertanian. Produktifitas tanah menjadi rendah. Hilangnya pengetahuan lokal beserta jenis-jenis tanaman lokal.

Penduduk Baduy mengenal banyak jenis padi yang diperkirakan hingga 40 jenis dengan nama lokal seperti pare koneng, pare salak, pare siang, dan pare ketan. Pare koneng adalah salah satu jenis padi yang digemari. Tanaman padi ini tumbuh sekitar lima hingga enam bulan, lebih lama dibandingkan dengan padi sawah yang hanya sekitar tiga bulan, tetapi diyakini rasanya lebih enak. [Kompas]

Sistem pertanian lokal yang berbasiskan pada bibit lokal secara perlahan tergerus oleh kehadiran jenis-jenis padi yang dipaksakan untuk digunakan oleh petani. Ketergantungan pestisida dan pupuk menjadi hal pertama yang dilakukan produsen benih padi. Termasuk untuk mematikan kemungkinan pengembangbiakan padi secara mandiri oleh petani. Akhirnya, disaat harga pupuk melambung, pestisida semakin mahal, lahan pertanian mengering, harga gabah semakin rendah, maka saat itulah kehancuran negeri agraris ini terjadi secara berkelanjutan.

tak penting swasembada !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

seikung bamamay celotehan “ swasembada ”

  1. mmm…. yg terbersit di benak saya.. sedemikian banyak insinyur pertanian di Indonesia, tapi apakah mereka bener2 punya signifikansi kontribusi pada teknologi pengolahan atau apapun yg terkait dg produksi pertanian di Indonesia? masihkah kita berkiblat ke thailand/philipina?
    mmm… saya ndak tau.

    [tanggapi]

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>