<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: apa benar tak ada yang peduli?</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/peduli.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peduli.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 21:58:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: kucinge perpus tl</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peduli.html#comment-53</link>
		<dc:creator>kucinge perpus tl</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2006 12:54:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/peduli/#comment-53</guid>
		<description>jangan lupa kang timpakul, semua itu ada saat/phasenya,
jadi pola pikir wong indonesia lagi tahap (bingung) repot nasi/cari sesuap nasi, apapun bakal dijadikan do it ...,
phase berikut kumpulkan sebakul..cita berikut selumbung nasi;
wong utara juga menjalani dan melampaui phase...dialami wong indonesia, kemudian mengajarkan kepada wong indonesia bagaimana memperlakukan lingkungan dng bijak bestari, bercermin pengalaman buruk pernah mereka lakukan. Sebenarnya wong indonesia itu lebih arif &#38; bersahabat dengan lingkungan
(dahulu, coba tengok budaya lokal menjaga keseimbangan alam makro dan mikro kosmos, ditasbihkan oleh paham modern sbg. takhayul, kuno karena "ketakterjangkauan" filosofi modern membatasi, definisi, melihat berdasar fakta menisbikan phenomena..). CELAKAnya kaum muda berguru kepada paham baru modern menanggalkan pusaka&#38;pustaka "ilmu tua" &#38; lucunya kaum modern/utara sibuk menggali &#38; mencari pusaka wong indonesia.
mpun cocog lah peribahasa melayoe,"anak di pangkuan dilepas, beruk di hutan disusukan". Yang belum dinalarkan di sekolah adalah," anak(manusia)&#38;induk(beruk) mencari keluarga yang hilang ; jadilah anak berguru kepada... &#38; induk beruk temukan
keluarganya baru... Walhasil terbentuk simbiose keluarga baru &#38; radha aneh perilakunya......... 

indah&#38;halus benar sindir/samarkhan fakta non verba
sastrawan dahulu gambarkan rusak-2an akhlaq &#38; fikir manusia
tengoklah roman,"Salah Asuhan"-nya Tuan Marah Rusli

Kini saatnya memulangkan beruk kenyang disusukan ke induknya
di hutan dan mencari si anak "berguru&#38; diadopsi" induk beruk
diajari "harkat kemanusiaan" kali kelupaan, terima yg baik &#38; buang perilaku yang buruk (perkaya khasanah 2 kawasan manusia &#38; beruk) bukan cuma 2 pilihan hitam/putih, tambahkan
1 pilihan lagi kawasan abu-abu. 

Hayo kita berdayakan kembali pusaka tua yg pernah dihilangkan
masak akademisi/praktisi pelajari primata di kebun binatang, dan diajari profesor(wong utara) yang notabene berguru dari sumbernya Saudara-2 kita di hutan kalimantan dan mengajarkan kepada akademisi/praktisi universiti?!? ini aneh tapi nyata=
=believe it or not. 

Itulah kelebihan+kelemahan&#38;keluguan+kelucuan wong indonesia.
adakah mau melestarikannya ataukah diakhiri&#38;disadari kebodohan ini?!? semua tergeletak pada qolbu &#38; kesadaran
fikir masing-masing insan. menikmati dibodohi atau bangun
dari mimpi buruk... wallahu alam bishawab. Hanya Tuhan yang
tahu jawabnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan lupa kang timpakul, semua itu ada saat/phasenya,<br />
jadi pola pikir wong indonesia lagi tahap (bingung) repot nasi/cari sesuap nasi, apapun bakal dijadikan do it &#8230;,<br />
phase berikut kumpulkan sebakul..cita berikut selumbung nasi;<br />
wong utara juga menjalani dan melampaui phase&#8230;dialami wong indonesia, kemudian mengajarkan kepada wong indonesia bagaimana memperlakukan lingkungan dng bijak bestari, bercermin pengalaman buruk pernah mereka lakukan. Sebenarnya wong indonesia itu lebih arif &amp; bersahabat dengan lingkungan<br />
(dahulu, coba tengok budaya lokal menjaga keseimbangan alam makro dan mikro kosmos, ditasbihkan oleh paham modern sbg. takhayul, kuno karena &#8220;ketakterjangkauan&#8221; filosofi modern membatasi, definisi, melihat berdasar fakta menisbikan phenomena..). CELAKAnya kaum muda berguru kepada paham baru modern menanggalkan pusaka&amp;pustaka &#8220;ilmu tua&#8221; &amp; lucunya kaum modern/utara sibuk menggali &amp; mencari pusaka wong indonesia.<br />
mpun cocog lah peribahasa melayoe,&#8221;anak di pangkuan dilepas, beruk di hutan disusukan&#8221;. Yang belum dinalarkan di sekolah adalah,&#8221; anak(manusia)&amp;induk(beruk) mencari keluarga yang hilang ; jadilah anak berguru kepada&#8230; &amp; induk beruk temukan<br />
keluarganya baru&#8230; Walhasil terbentuk simbiose keluarga baru &amp; radha aneh perilakunya&#8230;&#8230;&#8230; </p>
<p>indah&amp;halus benar sindir/samarkhan fakta non verba<br />
sastrawan dahulu gambarkan rusak-2an akhlaq &amp; fikir manusia<br />
tengoklah roman,&#8221;Salah Asuhan&#8221;-nya Tuan Marah Rusli</p>
<p>Kini saatnya memulangkan beruk kenyang disusukan ke induknya<br />
di hutan dan mencari si anak &#8220;berguru&amp; diadopsi&#8221; induk beruk<br />
diajari &#8220;harkat kemanusiaan&#8221; kali kelupaan, terima yg baik &amp; buang perilaku yang buruk (perkaya khasanah 2 kawasan manusia &amp; beruk) bukan cuma 2 pilihan hitam/putih, tambahkan<br />
1 pilihan lagi kawasan abu-abu. </p>
<p>Hayo kita berdayakan kembali pusaka tua yg pernah dihilangkan<br />
masak akademisi/praktisi pelajari primata di kebun binatang, dan diajari profesor(wong utara) yang notabene berguru dari sumbernya Saudara-2 kita di hutan kalimantan dan mengajarkan kepada akademisi/praktisi universiti?!? ini aneh tapi nyata=<br />
=believe it or not. </p>
<p>Itulah kelebihan+kelemahan&amp;keluguan+kelucuan wong indonesia.<br />
adakah mau melestarikannya ataukah diakhiri&amp;disadari kebodohan ini?!? semua tergeletak pada qolbu &amp; kesadaran<br />
fikir masing-masing insan. menikmati dibodohi atau bangun<br />
dari mimpi buruk&#8230; wallahu alam bishawab. Hanya Tuhan yang<br />
tahu jawabnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
