<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: hilangnya kepercayaan pada pelayan negeri</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 04:18:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: windede</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan.html#comment-18</link>
		<dc:creator>windede</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2005 02:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan/#comment-18</guid>
		<description>organisasi pemerintah kita terlalu gemuk. kelewat berlemak sehingga sulit bergerak. harus ada keberanian memangkasnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>organisasi pemerintah kita terlalu gemuk. kelewat berlemak sehingga sulit bergerak. harus ada keberanian memangkasnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eq</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan.html#comment-16</link>
		<dc:creator>eq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2005 13:40:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan/#comment-16</guid>
		<description>sebenarnya, kalau mau lebih jauh mengerti tentang pNS, masih ada yang kreatif dan tidak hanya mengharap gaji yang tidak seberapa atau tidak sepadan dengan keahlian yang dimiliki. tentu saja hal ini tidak terjadi di semua kota di Indonesia, tapi hanya di kota-kota besar, terutama Jakarta. Kok bisa ? ya aku ambil contoh di BPN Pusat, mereka sudah benar2 menerapkan SIG untuk aplikasi pelayanan terhadap masyarakat. Tapi, kalau di daerah ? belum tentu semua anggota pemerintahan bisa mengoperasikan komputer.

Dan sebenarnya yang lebih menyedihkan adalah anggota dewan yang tidak malu menunjukkan keserakahan mereka dan kebutaan hati mereka, walaupun aku tau tidak semuanya seperti itu. tapi aku yakin, yang tidak seperti itu akan mati dan keluar dari peredaran "dewan pemakan uang rakyat".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya, kalau mau lebih jauh mengerti tentang pNS, masih ada yang kreatif dan tidak hanya mengharap gaji yang tidak seberapa atau tidak sepadan dengan keahlian yang dimiliki. tentu saja hal ini tidak terjadi di semua kota di Indonesia, tapi hanya di kota-kota besar, terutama Jakarta. Kok bisa ? ya aku ambil contoh di BPN Pusat, mereka sudah benar2 menerapkan SIG untuk aplikasi pelayanan terhadap masyarakat. Tapi, kalau di daerah ? belum tentu semua anggota pemerintahan bisa mengoperasikan komputer.</p>
<p>Dan sebenarnya yang lebih menyedihkan adalah anggota dewan yang tidak malu menunjukkan keserakahan mereka dan kebutaan hati mereka, walaupun aku tau tidak semuanya seperti itu. tapi aku yakin, yang tidak seperti itu akan mati dan keluar dari peredaran &#8220;dewan pemakan uang rakyat&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yaya</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan.html#comment-15</link>
		<dc:creator>yaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2005 06:02:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/pelayan/#comment-15</guid>
		<description>pertarungan di dunia saat ini adalah pertarungan paradigma, yang turunannya bisa sampai pada penggunaan bahasa (karena kemudian bahasa ini menghegemoni dan mempengaruhi sikap). termasuk dalam hal ini pemakaian kata 'pemerintah' sebagai terjemahan dari 'government'. mungkin ada baiknya kita mulai membiasakan diri dan menyebarluaskan penggantian terminologi 'government' ('pemerintah') menjadi 'public servant' ('pelayan publik') atau paling tinggi 'public official/officer' ('pejabat publik').</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertarungan di dunia saat ini adalah pertarungan paradigma, yang turunannya bisa sampai pada penggunaan bahasa (karena kemudian bahasa ini menghegemoni dan mempengaruhi sikap). termasuk dalam hal ini pemakaian kata &#8216;pemerintah&#8217; sebagai terjemahan dari &#8216;government&#8217;. mungkin ada baiknya kita mulai membiasakan diri dan menyebarluaskan penggantian terminologi &#8216;government&#8217; (&#8217;pemerintah&#8217;) menjadi &#8216;public servant&#8217; (&#8217;pelayan publik&#8217;) atau paling tinggi &#8216;public official/officer&#8217; (&#8217;pejabat publik&#8217;).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
