sumpah serapah pemuda
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Hari ini, 78 tahun yang lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, merupakan hari bersejarah. Para pemuda dari berbagai daerah memproklamasikan tekad bersatu dalam soal bahasa, bangsa, dan tanah air. Indonesia menjadi perekat di tengah derasnya semangat kedaerahan pada waktu itu, sekalipun Negara Kesatuan RI masih menjadi cita-cita. [Media Id]
Pemuda. Harus dilakukan redefinisi pemuda. Bukan untuk mereka yang berusia diatas 35 tahun. Juga bukan hanya sekedar bahwa ia punya kekuatan fisik maupun politik. Kelompok pemuda yang hadir pada 28 Oktober 1928 adalah kelompok intelektual muda. Bebas kepentingan golongan maupun kelompok. Satu cita-cita, kedaulatan-kemerdekaan negeri.
Menakar kembali semangat kepemudaan. Bukan sekedar sebuah sumpah semata. Serapah atas kehadiran kelompok pemuda (seolah) nasionalis dan pancasilais harus diberangus. Kembali berkumpul intelektual muda. Membongkar cita saat ada keinginan bersama. Tak semata untuk membela kepentingan yang bayar.
28 Oktober 1928. Kalimantan tak diwakili Indonesia. Kelompok pemuda Sabah yang hadir. Entah mengapa kemudian Sabah menjadi bagian negeri jiran. Kalimantan tak pernah bersepakat dalam sebuah sumpah yang sama. Hanya seolah dipaksa menyepakati hari ini.
tak penting sumpah serapah pemuda !











apa beda pemuda dengan makhluk lain? termasuk malaikat? semangat-nya bung…
dan sadari itu, bahwa negeri ini dibangun dengan semangat.. mustahil kalau hanya mengandalkan intelektualitas… korupsi itu sudah ada sejak jaman jebot, tapi kenapa NKRI masih tetap ada? karena semangat…
[tanggapi]