kemunduran pendidikan lingkungan hidup
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
sebuah hal yang tercermati saat ini adalah terjadinya kemunduran gerakan pendidikan lingkungan hidup di negeri ini. tidak hanya di lokasi awal plh digelar di negeri ini, namun hingga ke wilayah-wilayah tak berujung.
pendekatan formal, non formal, informal. muatan lokal, integrasi. semua saat ini dilihat sebagai sebuah hal yang tidak penting dikupas sebelum melangkah mendorongkan pendidikan lingkungan hidup (PLH) di tingkat kebijakan.
2007. tahun menggulirnya PLH di Indonesia (lihat ISSD). MoU MenLH dan Mendiknas telah ditandatangani. PPLH Regional, Bapedalda, Dinas Lingkungan, Dinas Pendidikan masih hanya sekedar meneruskan MoU. Bisa jadi PLH hanya senasib dengan PKLH. Menjadi kurikulum, lalu diabaikan.
Pembelajaran PLH dipandang sebagai sebuah rutinitas semu. Tak menggerakkan. Tak penting dana dari setan sekalipun. Tak penting ketika ada dua ruang yang saling bertarung. Antara bisnis dan lingkungan hidup. CSR yang jadi belas kasihan korporat menjadi sebuah infus di sela sekaratnya gerakan PLH.
PLH. Apakah sekedar sebuah pajangan pemanis ruangan? Ataukah PLH mengandungi pemaknaan untuk menggerakkan perubahan sistem pendidikan nasional? Agar rakyat tercerdaskan, bukan sekedar terpintarkan?
tak penting kemunduran !












Wadah bamamay