(e)-leaderships

environment, education and information technology
Google

kekerasan di ruang belajar

By timpakul • Aug 12th, 2006 • Category: celoteh [ Cetak celoteh ] - 188 dilihat -
jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“selasa depan aku nggak mau sekolah. belajar di rumah aja. habisnya guru bahasa inggrisnya suka mukul” celoteh siswa kelas 2 sebuah sekolah dasar

hampir 61 tahun Indonesia memerdekakan dirinya. belenggu pendidikan masih pun mengikat kuat. kekerasan di ruang belajar masih kerap terjadi. pola mengajarkan dengan kekerasan. sebuah keinginan untuk menanamkan pengetahuan. namun yakinlah tak akan pernah tertanamkan.

traumatik terbangun perlahan. menjauhnya kecerdasan anak semakin nyata. kekerasan masih diberlakukan. tak pernah ada perubahan dalam sistem pendidikan di negeri ini. hak anak diabaikan. ruang kreasi dibekukan. masih jauh mimpi untuk memajukan negeri ini.

alasan tak ada honor lebih. tak ada tunjangan. guru bukan profesi. guru adalah pengabdian. menjadi guru bukan untuk mencari sesuap nasi. menjadi guru untuk mewujudkan cita negeri yang hingga hari ini masih belum terwujudkan. melindungi segenap bangsa. mencerdaskan kehidupan bangsa. memajukan kesejahteraan umum. ketertiban dunia.

… untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu …

tak ada anak yang tak mengenal kekerasan sejak kecil. terbangun dengan kekerasan melahirkan kekerasan baru. psikologis anak terganggu. aroma energi negatif akan melingkupi atmosfer negeri ini. saling menindas. berkompetisi tak sehat. melingkari jalan tak berujung.

tak penting kekerasan di ruang belajar !

Random Posts

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

2 Responses »

  1. Sebenarnya jika merunut peristiwa kekerasan pada anak dalam dunia pendidikan maka kita akan menemukan bayak sumber pemicu. Faktor ekternal dan internal baik dari seorang pendidik maupun dari kondisi keluarga peserta didik patut jadi perhatian. satu sisi yang sulit terjawab adalah ketika seorang pendidik wajib mengabdi dan ketika itu pula ia dengan pengabdiannya itu justeru tak mampu menjawab persoalan yang ia hadapi, sendiri. Yang lebih menjadi beban adalah nyata bahwa sistem pun tak berpihak, sehingga adalah wajar ketika kualitas dan mutu pendidikan kian terpuruk. Jika ada anggapan bahwa kualitas pendidikan berada dalam gemnggaman pendidik maka menjadi konsekwensi jika "kemanusiaan" pendidik harus pula didukung oleh sistem, jika tidak maka pendidik hanyalah sapi perah, yang dituntut mengabdi namun tak pernah bebas mengabdi, pengungkungan kreativitas, penjarahan sumberdaya. Bagi yang mampu bertahan maka ia akan jadi bersahaja, dan bagi yang belum mampu bertahan maka ia mencari jalan untuk tetap bertahan dan bagi yang tak mampu bertahan maka ia akan menjadikan berbagai objek dalam sistem pendidikan sebagai "objek kekerasan". baik fisik maupun psikologis. Dan itu memang terjadi dalam ruang belajar anak sekalipun.
    Semoga kemerdekaan yang hakiki itu dapat lahir justeru dari ruang kekerasan itu sendiri, sehingga........ ( bersambung......)

  2. mungkin hanya sedikit orang yang mengerti tentang psikologis anak. So, jangan suka memukul-mukul anak dalam belajar

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word