<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: kekerasan di ruang belajar</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/pendidikan-8.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pendidikan-8.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 02:43:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: kaka</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pendidikan-8.html#comment-7342</link>
		<dc:creator>kaka</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 13:42:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/pendidikan-8/#comment-7342</guid>
		<description>mungkin hanya sedikit orang yang mengerti tentang psikologis anak. So, jangan suka memukul-mukul anak dalam belajar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin hanya sedikit orang yang mengerti tentang psikologis anak. So, jangan suka memukul-mukul anak dalam belajar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sylvie</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/pendidikan-8.html#comment-2613</link>
		<dc:creator>sylvie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2006 06:31:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/pendidikan-8/#comment-2613</guid>
		<description>&lt;p&gt;Sebenarnya jika merunut peristiwa kekerasan pada anak dalam dunia pendidikan maka kita akan menemukan bayak sumber pemicu.  Faktor ekternal dan internal baik dari seorang pendidik maupun dari kondisi keluarga peserta didik patut jadi perhatian.  satu sisi yang sulit terjawab adalah ketika seorang pendidik wajib mengabdi dan ketika itu pula ia dengan pengabdiannya itu justeru tak mampu menjawab persoalan yang ia hadapi, sendiri. Yang lebih menjadi beban adalah nyata bahwa sistem pun tak berpihak, sehingga adalah wajar ketika kualitas dan mutu pendidikan kian terpuruk.  Jika ada anggapan bahwa kualitas pendidikan berada dalam gemnggaman pendidik maka menjadi konsekwensi jika "kemanusiaan" pendidik harus pula didukung oleh sistem, jika tidak maka pendidik hanyalah sapi perah, yang dituntut mengabdi namun tak pernah bebas mengabdi, pengungkungan kreativitas, penjarahan sumberdaya.  Bagi yang mampu bertahan maka ia akan jadi bersahaja, dan bagi yang belum mampu bertahan maka ia mencari jalan untuk tetap bertahan dan bagi yang tak mampu bertahan maka ia akan menjadikan berbagai objek dalam sistem pendidikan sebagai "objek kekerasan".  baik fisik maupun psikologis.  Dan itu memang terjadi dalam ruang belajar anak sekalipun.
Semoga kemerdekaan yang hakiki itu dapat lahir justeru dari ruang kekerasan itu sendiri, sehingga........ ( bersambung......)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya jika merunut peristiwa kekerasan pada anak dalam dunia pendidikan maka kita akan menemukan bayak sumber pemicu.  Faktor ekternal dan internal baik dari seorang pendidik maupun dari kondisi keluarga peserta didik patut jadi perhatian.  satu sisi yang sulit terjawab adalah ketika seorang pendidik wajib mengabdi dan ketika itu pula ia dengan pengabdiannya itu justeru tak mampu menjawab persoalan yang ia hadapi, sendiri. Yang lebih menjadi beban adalah nyata bahwa sistem pun tak berpihak, sehingga adalah wajar ketika kualitas dan mutu pendidikan kian terpuruk.  Jika ada anggapan bahwa kualitas pendidikan berada dalam gemnggaman pendidik maka menjadi konsekwensi jika &#8220;kemanusiaan&#8221; pendidik harus pula didukung oleh sistem, jika tidak maka pendidik hanyalah sapi perah, yang dituntut mengabdi namun tak pernah bebas mengabdi, pengungkungan kreativitas, penjarahan sumberdaya.  Bagi yang mampu bertahan maka ia akan jadi bersahaja, dan bagi yang belum mampu bertahan maka ia mencari jalan untuk tetap bertahan dan bagi yang tak mampu bertahan maka ia akan menjadikan berbagai objek dalam sistem pendidikan sebagai &#8220;objek kekerasan&#8221;.  baik fisik maupun psikologis.  Dan itu memang terjadi dalam ruang belajar anak sekalipun.<br />
Semoga kemerdekaan yang hakiki itu dapat lahir justeru dari ruang kekerasan itu sendiri, sehingga&#8230;&#8230;.. ( bersambung&#8230;&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
