<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: peneliti asing yang berkeliaran di negeri ini</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 21:23:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7-beta3</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sylvie</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti.html/comment-page-1#comment-3409</link>
		<dc:creator>sylvie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2006 06:18:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti/#comment-3409</guid>
		<description>&lt;p&gt;Dulu, di kawasan Taman Nasional sembilang juga di jamah oleh peneliti asing, tau-tau aja spesies ikan terkecil langka (aku lupa namanya) bisa keluar negeri, jadi sampel peneliti asing.  Celakanya lagi, pihak daerha malah ga terlalu intens ngurusi hal seperti itu, jadi dech ikan endemik itu di curi dari SumSel.  Dan yang paling mengerikan adalah dunia penelitian dianggap seperti menara gading oleh sebagiab besar masyarakat Indonesia, jadi tambah komplit aja keterpurukan negeri.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, di kawasan Taman Nasional sembilang juga di jamah oleh peneliti asing, tau-tau aja spesies ikan terkecil langka (aku lupa namanya) bisa keluar negeri, jadi sampel peneliti asing.  Celakanya lagi, pihak daerha malah ga terlalu intens ngurusi hal seperti itu, jadi dech ikan endemik itu di curi dari SumSel.  Dan yang paling mengerikan adalah dunia penelitian dianggap seperti menara gading oleh sebagiab besar masyarakat Indonesia, jadi tambah komplit aja keterpurukan negeri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: panthom</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti.html/comment-page-1#comment-60</link>
		<dc:creator>panthom</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Apr 2006 06:12:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti/#comment-60</guid>
		<description>cerita lama, yang gak pernah selesai. konfliknya ada terus. mau diganjel? gampang, laporin aja.
tapi, apa pentingnya mengusik kalau hanya persoalan kecemburuan? si bule hengkang, pengelolaan tetap terbelakang.  jadi, kalau mau bikin hengkang, sangat wajib hukumnya siap supaya gak terbelakang. itu namanya strategi.. he..he..
(jangan-jangan ngutak-ngatik soal bule bukan soal nasionalisme, hanya melulu karena kalah bersaing? mudahan saya salah..)
hajar bleh!!! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cerita lama, yang gak pernah selesai. konfliknya ada terus. mau diganjel? gampang, laporin aja.<br />
tapi, apa pentingnya mengusik kalau hanya persoalan kecemburuan? si bule hengkang, pengelolaan tetap terbelakang.  jadi, kalau mau bikin hengkang, sangat wajib hukumnya siap supaya gak terbelakang. itu namanya strategi.. he..he..<br />
(jangan-jangan ngutak-ngatik soal bule bukan soal nasionalisme, hanya melulu karena kalah bersaing? mudahan saya salah..)<br />
hajar bleh!!! <img src='http://timpakul.hijaubiru.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: obot</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti.html/comment-page-1#comment-57</link>
		<dc:creator>obot</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Apr 2006 01:48:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti/#comment-57</guid>
		<description>ha.. lalu kenapa peneliti lokal kadang  (diper)sulit mendapat izin masuk ke kawasan konservasi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ha.. lalu kenapa peneliti lokal kadang  (diper)sulit mendapat izin masuk ke kawasan konservasi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mbilung</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti.html/comment-page-1#comment-56</link>
		<dc:creator>Mbilung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Apr 2006 10:26:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/peneliti/#comment-56</guid>
		<description>Aih aih, masih saja yang begini terjadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aih aih, masih saja yang begini terjadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
