kekayaan intelektual komunitas
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Bogor (Latin) — Pengetahuan orang kampung, terutama tentang pengelolaan sumberdaya alam, saat ini sedang menghadapi ancaman kepunahan, karena belum ada upaya dokumentasi untuk kepentingan orang kampung itu sendiri. Memang sebenarnya banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti, tetapi hasil penelitian kebanyakan hanya digunakan untuk kepentingan peneliti semata. Dokumen hasil penelitian jarang sekali yang dikembalikan kepada orang kampung. Kalaupun ada, biasanya selalu berbentuk laporan formal yang tidak menarik dibaca oleh orang kampung. [Latin dalam hutan.net ]
Mengenaskan! Hasil penelitian, hasil penggalian pengetahuan lokal, tak ada yang dimiliki oleh mereka yang menjadi obyek penelitian. Satu hal yang terjadi di sebuah kampung di Kaltim juga demikian. Lembaga yang dibangun oleh sebuah ornop di kampung tersebut, malah tidak memiliki dokumen-dokumen kegiatan yang selama ini dilakukan bersama. Hanya ada di kantor Ornop, demikian ujar pimpinan lembaga kampung.
Jauh sebelum ini, aku pernah belajar sistem informasi kampung, dengan peneliti dari sebuah universitas di california sebagai pelatihnya. Hal yang ia sampaikan ketika melakukan pelatihan adalah bahwa ia melakukan ini adalah agar masyarakat kampung dapat melakukan penelitian dan pendokumentasian kekayaan pengetahuan mereka secara mandiri. Bahkan ia pun, harus meminta ijin dari masyarakat untuk membawa catatan pelatihan kembali ke negerinya. Itu empat tahun yang lalu. Hari ini, ternyata lembaga yang melanjutkan program tidak lagi melanjutkan kegiatan tersebut, dan terlalu asyik masyuk dengan bisnis hasil hutan non kayunya.











Wadah bamamay