keluhan

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

pekerja perusahaan mengeluhkan begitu banyaknya kebijakan negeri yang menyulitkan mereka. “ekonomi biaya tinggi” ujar mereka. ketika kemudian telah disadari sebagai sebuah ekonomi biaya tinggi, tak jua seorang yang melakukan pendorongan perubahan kebijakan. hanya menantikan asosiasi bergerak dan menyuarakan keluhan mereka. ketika juga telah menjadi sebuah hambatan, tak jua beranjak dari bisnis yang dijalankan. apakah kemudian keluhan telah menjadi kenikmatan tersendiri?

para pekerja perusahaan yang bergerak di industri kehutanan secara tegas pula menyebutkan bahwa begitu banyak pungutan yang dikenakan, baik resmi maupun tak resmi. sudah jelas bahwa pungutan diketahui sebagai pungutan tak resmi, namun masih pula mengalir keping emas untuk pemenuhan pungutan tak resmi.

begitu banyaknya hukum dan kebijakan yang diproduksi oleh negeri ini, semakin mengikat setiap gerak makhluk hidup di dalamnya. tak ada lagi ruang bebas bergerak bila seluruh hukum dan kebijakan dijalankan. rakyat negeri ini menjadi robot tanpa kontrol.

tak penting keluhan !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>