aku bangga pada penjajah
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Organisasi lingkungan internasional baru saja berlayar meninggalkan pelabuhan Indonesia dengan kapalnya yang katanya sangat mewah dan ramah lingkungan itu. Tatap bangga mengalir dari ratusan rakyat kota ini. Mendokumentasikan kebanggaan dalam bingkai nama besar. Sebuah ruang tersendiri yang menjadikan ini sebuah memori terindah dalam kehidupan.
Hingga saat ini, banyak rakyat Indonesia yang sangat terkagum-kagum bila bertemu dengan manusia dari belahan dunia lain. Tatap kagum selalu mengalir diantara raut penderitaan.
Tak dipungkiri memang, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih selalu memiliki anggapan bahwa setiap orang asing yang hadir di Indonesia merupakan orang yang sangat hebat dan mampu melakukan segalanya. Tak dipungkiri juga masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa Indonesia belum mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
Keterpurukan yang selama ini terjadi di belahan jamrud khatulistiwa ini telah menjadikan pandangan masyarakat Indonesia sangat tidak memiliki keyakian akan kemampuan yang dibuat oleh anak bangsa.
Namun bila mencoba bercermin pada berbagai sisi di Indonesia, ternyata bukan sedikit anak bangsa yang telah menjadi bagian utama dalam perkembangan dunia. Mulai dari sekedar menjadi konseptor hingga sebagai implementator.
Di dunia teknologi komputer misalnya. Tak sedikit orang Indonesia yang telah menjadi pembuat virus, pembuat program komputer, bahkan telah ikut andil dalam pembuatan games komputer. Di bagian lainnya, tak sedikit orang Indonesia yang telah mencipta berbagai rekayasa teknologi, mulai dari sekedar sebagai pembuat tempe hingga pembuat robot maupun mesin yang tidak kalah canggihnya.
Sementara begitu banyak hasil penelitian anak bangsa yang telah bersaing dengan hasil penelitian dari negara-negara utara yang selama ini mendominasi dalam hal tersebut.
Memang terkadang masyarakat Indonesia masih memandang remeh karya anak bangsa. Memang belum banyak yang berani menepukkan dadanya dan berkata bahwa saya orang Indonesia telah mampu bersaing dengan anda orang-orang kulit putih.
Belum lagi bila menengok pada pengetahuan tradisional rakyat Indonesia, yang saat ini telah banyak dicuri oleh peneliti asing. Mulai dari teknologi arsitektur rumah tempat tinggal, hingga pengetahuan obat-obatan tradisional, yang bahkan diantaranya malah telah dipatenkan oleh peneliti asing di negaranya.
Satu hal yang harusnya perlu dibongkar adalah proses kepercayaan diri yang harus terbangun diantara penghuni belahan untaian negeri dengan beragam kekayaan di dalamnya. Ketidakpercayaan diri juga telah mematikan ruang-ruang kreatif yang terbangun diantaranya.
Bila saja rakyat Indonesia ingin bersikap arogan, maka bukan tidak mungkin keterpurukan bangsa ini akan serta merta terhenti dan era kebangkitan akan semakin cepat terwujudkan. Berhenti berharap dengan dunia luar adalah sebuah hal yang mendesak dilakukan.
Sudah saatnya berdiri di atas kaki sendiri dan tak lagi terjajah diatas negeri yang sangat kaya akan pengetahuan dan ide kreatif. Sudah saatnya berkata MERDEKA yang sesungguhnya.
Semua bisa terwujud asal rakyat Indonesia yakin bahwa siapapun bisa dan sanggup melakukan. Bukan dengan menanti uluran tangan dan belas kasihan.
[tp-040306]











Wadah bamamay