Aku Melihat Perempuan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Perempuan, atau sering disebut dengan wanita atau cewek, sering dipandang sebagai makhluk dari planet lain dikarenakan kelebihan yang dimilikinya. Tak jarang, kelebihan yang dimiliki oleh seorang perempuan malah dipandang sebagai bagian yang menguntungkan kaum lelaki dan merugikan perempuan.
Perempuan merupakan penyeimbang dalam perjalanan hidup, sebagaimana ‘Tuhan’ mencipta di dunia dengan sebuah hal yang saling berlawanan namun berkaitan. Perempuan bagi seorang lelaki adalah merupakan penyelaras jalan kehidupan, pemberi kepuasan dan sebagai penjaga alur hidup.
Agak susah bila melihat perempuan dan lelaki sebagai makhluk yang beda, dikarenakan sebenarnya adalah dua hal yang sama dan seimbang. Perempuan dan lelaki bagaikan dua mata uang yang tak terpisahkan, namun memiliki sisi yang terkadang berlainan.
Memang terkadang perempuan dipandang sebagai sebuah domain (milik) bagi lelaki, dikarenakan posisinya dalam beberapa agama adalah berada di bawah hak ‘milik’ lelaki. Namun di beberapa hukum adat, malah terkadang perempuan-lah yang merupakan mempunyai hak milik.
Perdebatan ini diangkat bukanlah untuk mengaburkan peran dan fungsi dari masing-masing sisi, namun adalah sebuah wacana yang ada di saat ini. Namun ternyata, bila dilihat lebih mendalam, posisi perempuan dan lelaki adalah bagaikan mur dan bautnya, bagaikan gagang dengan pintunya, bagaikan gembok dan anak kuncinya, yang bilamana salah satunya tidak ada, akan semakin berkuranglah fungsi dari mereka.
Jadi bagi saya sebagai seorang lelaki, perempuan adalah penyeimbang alur hidup seorang lelaki, sebagaimana sebaliknya lelaki adalah penyeimbang bagi perempuan.
Berbicara tentang kesetaraan gender?
Sebelum menyentuh tentang kesetaraan gender, mungkin perlu diperjelas dulu apa itu gender. Gender adalah istilah keren dari jenis kelamin. Kalau dalam sebuah lembar aplikasi, dulu sering tertulis sex, dan bila kurang mengerti akan diisi dengan kalimat sometimes, any times atau never. Dan mungkin dari situlah dimunculkan istilah baru, agar tidak terjadi kesalahan pengisian lagi. Saat ini ada yang menggunakan kata ‘gender’ dalam lembar aplikasi dan bisa langsung dijawab male ataupun female, atau malah sometimes male and some times female.
Kesetaraan gender, ini adalah istilah yang sering didengungkan oleh para pejuang hak perempuan. Karena dipandang selama ini bahwa perempuan terlalu sering dikebiri haknya. Kesetaraan gender sebenarnya tidak jauh berbeda arti dengan kesamaan hak asasi manusia, artinya adalah sebuah perjuangan agar tindakan hidup setiap manusia dalam menggunakan haknya tidak mengganggu hak yang dimiliki oleh orang lain, terlebih hak asasi yang dimiliki oleh setiap orang.
Bagaimana aku melihat perjuangan kesetaraan gender selama ini?
Perjuangan kesetaraan gender selama ini dianggap sebagai sebuah perjuangan kaum perempuan saja, padahal kaum lelaki juga seharusnya melakukan perjuangan yang sama. Ketika berbicara gender, terkesan akan sangat jauh dari alur hidup lelaki, padahal sebenarnya ketika berbicara kesetaraan gender akan berbicara juga pada persamaan hak dan mengarah pada satu pola hidup toleransi dan bekerja bersama.
Demikian pandangan singkat atas pertanyaan quisioner yang diajukan oleh fasilitator pertemuan diskusi santai tentang kesetaraan gender.






Wadah bamamay