petai
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Gara-gara memetik petai, warga Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba, Lando (30), tewas ditembak penduduk kampung. Peristiwa itu bermula ketika Lando bersama dua temannya mengambil petai di kebun warga, Sabtu (24/2) sore di Desa Tanjung Gedang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Tak lama kemudian mereka didatangi sejumlah warga Tanjung Gedang dan dilarang memetik petai di wilayah itu. Adu mulut pun terjadi karena Lando tidak terima dengan larangan itu. Salah seorang warga Tanjung Gedang, Zu (37), ternyata emosi melihat tingkah Lando. Akhirnya ia mengambil senjata api rakitan dan menembakkannya ke dada Lando. Kepala Polres Merangin Ajun Komisaris Besar Samsul Sidik menyatakan, pihaknya telah menahan Zu. (ITA) [Kompas]
Petai berbuah kematian. Keinginan untuk menikmati petai yang bisa jadi tak ada lagi di hutan tempat kawan-kawan Orang Rimba menjalani kehidupan, harus dibayar dengan sebutir peluru. Pertemuan ruang hidup yang menjadi sangat dirumitkan. Persinggungan kehidupan, interaksi komunitas. Sudah hilangkah sebuah semangat kebersamaan dalam menjalani kehidupan di negeri ini?
tak penting petai !











Wadah bamamay