Dikendalikan Pikiran
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Bayangkan jika anda dapat menggerakkan kursor mouse, membuka e-mail, serta memerintahkan sebuah perangkat robotik hanya dengan memikirkannya. Meski hal tersebut hanya dianggap mimpi, tetapi para ilmuwan justru yakin dengan teknologi ini. Para peneliti di Amerika akan mengubah mimpi tersebut menjadi kenyataan. Mereka nantinya akan melakukan implantasi otak bagi orang-orang yang lumpuh sehingga dapat menggunakan pikirannya untuk menggerakkan benda-benda. [detikinet]
Seandainya saja masih disadari bahwa saat ini sebagian besar anak negeri telah dikuasai pikirannya oleh kepentingan global, terutama kepentingan kapitalist. Pikiran-pikiran kelompok kapitalist hingga saat ini telah menggerakkan tangan dan kaki para aparat pemerintah. Kebijakan yang dihasilkan menjadi eksploitatif dan mengabaikan asas kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang telah menjadi cita-cita para pendiri negeri.
Sistem pendidikan yang ditransplantasikan pemikiran industrialist, sistem pelayanan pemerintahan dengan label demokrasi yang mengeliminasi partisipasi publik, hingga mekanisme akuntabilitas yang menganut kepentingan asing. Akhirnya, bencanalah yang menjadi sebuah kado indah di tahun ini. Kehancuran ekologi di hamparan jamrud khatulistiwa merupakan sebuah peringatan kepada pelayan negeri agar lebih bijak dalam memandang alam kehidupan.
Kemiskinan sudah selayaknya dihilangkan dari permukaan bumi. Menghilangkan kemiskinan bukan dengan investasi. Bagaimana solidaritas ekonomi dan solidaritas sosial terbangun harusnya menjadi menu utama bagi pelayan negeri. Aksesibilitas pasar, pendidikan dan kesehatan adalah tiga hal yang selalu terungkap bila menyusuri bagian negeri yang sangat jarang terjamah kata pembangunan.
Mungkin harus menanti sepuluh tahun atau bisa jadi harus menunggu lima puluh tahun bahkan satu abad untuk memperoleh negeri madani. Menghilangkan tiga generasi menjadi bagian terpenting, agar pemikiran generasi mendatang menjadi berbeda dengan tiga generasi hari ini. Biarlah ke depan alam yang mendidik generasi bangsa ini, tidak dididik oleh otak yang telah dikendalikan pikirannya oleh kepingan emas.
tak penting pikiran tak dikendalikan !











paragraf empat ; tidak didefinisikan arti kemiskinan secara etimologis dan harfiah. Maka solusi yang ditawarkan jadi bias.
[tanggapi]