PLH tidak harus MULOK

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), belakangan semakin diarahkan (oleh beberapa lembaga) ke arah jurang muatan lokal (mulok). Mulok adalah sebuah ruang untuk membangun mata pembelajaran baru di sekolah. PLH mulai diinisiasi oleh lembaga beruang banyak dengan melakukan pelatihan yang kemudian berujung pada komitmen untuk membangun mulok.

Tidak salah memang bila ada muatan lokal. Hanya akan lebih baik bila dipahami bahwa dengan adanya mulok, PLH akan menjadi hal yang menakutkan. Menjadi pembebanan baru bagi siswa, guru, sekolah dan Dinas Pendidikan. Selain pula, terkadang metodologi PLH yang digunakan akan sangat jauh berubah dari sebuah mimpi ketika PLH mulai di-gaung-kan di Indonesia.

Dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementrian Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional, sangat jelas tercantum bahwa PLH dilakukan dengan mengintegrasikan dalam mata pembelajaran yang sudah ada. Dalam perjalanan sang waktu, dikarenakan indikator dalam program mulok sangat mudah untuk dinilai, maka berlomba-lombalah mereka membangun mulok. 

Dalam menyebarluaskan PLH, terlihat pula sudah sangat penting untuk memasukan gagasan lingkungan hidup kepada para guru. Karenanya sangat penting untuk memperluas ke tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan maupun pencetak sarjana lainnya, dan juga Balai Pelatihan Guru yang selalu melakukan peningkatan kapasitas para guru.

Dalam menyebarluaskan gerakan PLH, sangat dipentingkan sebuah kesabaran. Hasil tak akan dapat dipetik esok hari, namun ia akan terus berkembang, bermutasi hingga terlahir nilai baru dalam perilaku individu masyarakat.

Berlomba-lomba menyebarluaskan PLH sangat penting, namun yang dicari bukanlah yang tercepat, akan tetap sebuah kualitas yang sangat dinantikan, guna melahirkan generasi hijau

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>