positif negatif
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Saya besar di kalangan organisasi non pemerintah. Saya akrab dengan cara berfikir defisit (deficit -based thinking). Saya mudah melihat semua kenyataan dari sisi negativity. Dan, biasanya seperti narsis, senang bila bisa melihat sisi negatif seseorang, organisasi atau apa saja. (Moenggoro)
Memandang dari satu titik terkadang terhalangi oleh titik lain atau bahkan tak mampu melihat di balik sebuah titik tersebut. Menjadi penting tak hanya menganut positivisme, namun juga menggunakan anti-positivisme, atau mungkin lebih dikatakan dengan berpikir sistemik dan holistik.
Positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam. Anti positivisme berpendapat bahwa dunia kemasyarakatan berbeda dengan dunia fisik alam, dimana masyarakat memiliki aspek yang unik, seperti makna, simbol, norma, nilai-niai yang kesemuanya dapat dikelompokkan menjadi budaya.
Cara memandang kehidupan tak hanya dari diri pribadi, namun lebih pada komunitas dan kebutuhan generasi mendatang. Selebihnya, mengejar sebuah prestise adalah hal alamiah dalam berkehidupan, namun bukan untuk menuju pada penindasan sesama dalam mengejar kebanggaan individualist.
tak penting positivisme !








Wadah bamamay