reforma
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
sebuah malam, pada sebuah jalan yang menjadi jalur alternatif. sanggar (pisang goreng) di piring dengan kopi hitam mengisi gelas tak penuh. berbincang tentang negeri ini. tak banyak, hanya beberapa kawan. tentang reforma agraria yang tak pernah diwujudkan, hingga sebuah cita untuk menggerakkan kembali asa pendirian negeri ini.
begitu banyak ruang kehidupan yang menjadi kelam. saat catatan sejarah sebagian besar telah sengaja dihilangkan. lebih banyak lagi yang tak tercatatkan. budaya lisan telah menjadi sebuah reduksi besar terhadap sejarah, walau lisan dan kata akan lebih mampu untuk menggerakkan. negeri ini sudah sakit, demikian beberapa kawan berujar. kedekatan pada pemodal telah menjadikan aura negeri ini tak lagi bergerak pada cita anak negeri. sebuah karpet merah telah dihamparkan untuk menyambut penjajah yang membawa sejuta kesengsaraan.
“kita harus melompat“, celoteh kawan. kami pun melompat. pilihan pada satu persen kebenaran, bukan pada sembilan puluh sembilan kebenaran. melompatlah pada sebuah ruang yang dulu telah menjadi sebuah ruang yang telah dijalani. selama ini peta jalannya pun telah dilupakan. celah diantara semak dan perdu yang makin menutupinya. sebuah perubahan cepat harus dilakukan, sebelum jurang dengan senyuman menantikan kehadiran negeri ini.
tak penting reforma !








“kita harus melompat”
ehm…..
“kita harus melompat”
sulit unutk merubah sistem negeri bila arah panah keberpihakan diarahkan ke para pemberi makan bangsa. lihatlah nasib Undang-undang pokok agraria yang kita miliki. latarbelakang dan akibat yang dikarenakannya. terlalu jauh jaraknya jika ‘perang’ antara kaum pemodal dan kalangan bawah harus terjadi. masih ada kaum priyayi dan pejabat negeri yang terlalu feodal -menjilat ke atas dan mengharapkan sembahan dari mereka yang di bawah-, haji-haji yang takut kehilangan tanahnya dan lupa jika pernah membaca bahwa harta…….